Disdukcapil Terapkan Inovasi Pelayanan Kependudukan

id Disdukcapil Terapkan Inovasi Pelayanan Kependudukan

Disdukcapil Terapkan Inovasi Pelayanan Kependudukan

Kepala Disdukcapil Pemkot Magelang Hartoko berbicara dalam rapat koordinasi pengawasan atas penyelenggaraan administrasi kependudukan, Selasa (10/10). (Foto: ANTARAJATENG.COM/dokumen Humas Pemkot Magelang)

Ketika berkas dibawa ke dinas, tinggal memindai 'barcode
Magelang, ANTARA JATENG - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Kota Magelang menerapkan inovasi pelayanan administrasi kependudukan untuk memudahkan pendataan kependudukan di daerah itu.

"Kami menggunakan Sistem Informasi Manajemen Kelurahan (Simkel) di seluruh kelurahan dan tahun depan menerapkan aplikasi khusus yang terintegrasi dari kelurahan, kecamatan, sampai Disdukcapil," kata Kepala Disdukcapil Pemkot Magelang Hartoko dalam rapat koordinasi pengawasan atas penyelenggaraan administrasi kependudukan di Magelang, Selasa (10/10).

Sejumlah terobosan dan inovasi tersebut, ujarnya, supaya pelayanan publik bidang administrasi kependudukan menjadi lebih mudah, cepat, dan memuaskan masyarakat.

Ia menyebut banyak manfaat atas penerapan aplikasi tersebut, baik untuk pemkot maupun masyarakat, antara lain memudahkan masyarakat dalam mengurus data kependudukan, meminimalkan kesalahan data, serta mendukung pembangunan Kota Magelang sebagai "Kota Cerdas". Pada 2018, diharapkan 70 persen pelayanan di kota itu sudah menggunakan "e-government".
 
Ia menjelaskan setiap berkas yang dihasilkan oleh aplikasi itu akan diberi "barcode" sehingga memudahkan dalam pengecekan data penduduk, sedangkan petugas tidak perlu menulis ulang data agar tingkat kesalahan "input" data dapat dikurangi.

"Ketika berkas dibawa ke dinas, tinggal memindai 'barcode'," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Hartoko juga menjelaskan bahwa selama ini berbagai program peningkatan pelayanan administrasi kependudukan telah dilaksanakan, antara lain "jemput bola" perekaman data di sekolah dan rumah warga untuk kaum difabel, pengiriman surat ucapan ulang tahun, pemberitahuan kepada warga berusia 17 tahun untuk mengurus kartu tanda penduduk, pelayanan pendataan akta kelahiran dan kematian di tingkat kelurahan.

Selain itu, katanya, pelayanan akta kematian melalui aplikasi media sosial "Whatsapp" secara gratis atau dikenal sebagai "Pak Waris".

"Program ini merupakan penerapan inovasi pelayanan untuk peningkatan kualitas dan pelayanan akta kematian dengan prinsip stetsel aktif yang melibatkan petugas kelurahan," katanya.

Terkait dengan prosedur pelayanan Kartu Identitas Anak, Kartu Keluarga, KTP Elektronik, dan surat keterangan belum mendapatkan fisik e-KTP, Disdukcapil telah mengundang berbagai pihak, seperti kepala sekolah, perbankan, PKK, posyandu, ketua rukun warga, dan aparat kelurahan untuk diminta masukan.

"Dari hasil masukan tersebut akan dijadikan pedoman untuk menyempurnakan standar pelayanan publik yang sudah ada sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat terpenuhi dan kinerja dinas ini terus meningkat," katanya. (hms)

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar