Deteksi Dini Tingkatkan Harapan Hidup Penderita Kanker

id kanker

Kanker Serviks (Istimewa) ()

Semarang, ANTARA JATENG - Deteksi dini dan penanganan yang tepat bisa meningkatkan harapan hidup para penderita kanker, kata Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesiar Aru W. Sudoyo.

"Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, harapan hidup penderita kanker bisa 85-90 persen, sedangkan jika tanpa deteksi dini maka harapan hidup 5 tahun kurang dari 5 persen," katanya di Semarang, Jumat.

Menurut dia, bukan obat atau peralatan canggih yang bisa menyembuhkan kanker, tapi gaya hidup yang sehat dan deteksi dini.

Hal tersebut disampaikan Aru pads seminar Awam Kanker dan Gaya Hidup Pencegahan dan Deteksi Dini yang berlangsung di Aula Diklat RSUP dr. Kariadi Semarang.

Praktisi kesehatan dari RSUP dr. Kariadi, Adityawati Ganggaiswari mengatakan bahwa faktor risiko kanker yang terbesar adalah dari lingkungan yakni 85 persen, sedangkan hanya 15 persen yang dari keturunan.

"Artinya, kanker bisa dicegah antara lain dengan pola makan yang kurang baik, menghindari paparan tembakau atau asap rokok, mencegah infeksi atau virus, menghindari obesitas, serta menjauhi minuman beralkohol," ujarnya.

Pencegahan penyakit kanker yang lain, kata dia, dengan meningkatkan aktivitas fisik atau olahraga.

Ia menyoroti gaya hidup di perkotaan yang minim aktivitas fisik seperti berangkat sekolah atau kerja menggunakan mobil, sesampainya di lokasi dilanjutkan dengan duduk atau hampir tanpa ada aktivitas fisik yang berat.

Menurut dia, deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya kanker, mutlak dilakukan, khususnya deteksi dini pada kanker payudara dan leher rahim atau serviks.

"Dengan deteksi dini, jika ditemukan gejala awal kanker akan dapat diobati secara dini dengan keberhasilan tinggi karena masih banyak penderita yang memeriksakan kesehatannya saat kanker yang diderita sudah memasuki stadium lanjut," katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo menambahkan, pihaknya melalui kader PKK berupaya membantu menurunkan angka kejadian kanker di provinsi ini melalui sosialisasi pencegahan kanker.

"Kami menyosialisasikan perilaku cerdik yang merupakan singkatan dari cek kesehatan secara rutin, enyahkan rokok, rajin beraktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar