Curah Hujan Tinggi, Petani di Purbalingga Tunda Tanam Cabai

Pewarta : id tunda tanam cabai,purbalingga,crah hujan tinggi

Ilustrasi - Sejumlah petani menanam bibit Cabai keriting di ladang kawasan lereng gunung Merbabu Desa Ngaran, Pakis, Magelang, Jateng. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin/pras/15)

Purbalingga, ANTARA JATENG - Petani di sentra tanaman sayuran Desa Serang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menunda masa tanam cabai karena kondisi cuaca tidak menentu, kata Kepala Desa Serang Sugito.

"Petani belum berani menanam cabai maupun tomat karena khawatir intensitas hujan kembali tinggi meskipun dalam tiga-empat hari ini terlihat cerah," katanya di Purbalingga, Selasa.

Ia mengatakan saat hujan turun hampir setiap hari selama dua minggu, sejak akhir pekan pertama Oktober, tanaman sayuran di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, yang berada di lereng timur Gunung Slamet itu banyak yang membusuk.

Bahkan, belasan hektare tanaman cabai merah besar siap panen banyak yang mengalami busuk buah sehingga hasil panennya tidak bisa maksimal.

Dia mengatakan tanaman cabai siap panen itu merupakan sisa masa tanam sebelumnya atau saat musim kemarau.

"Hampir semua komoditas sayuran terkena dampak dari hujan lebat yang turun setiap hari," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, harga cabai di pasaran menjadi mahal dan diperkirakan masih akan melonjak hingga menjelang tahun baru karena musim hujan masih berlangsung.

Dia mengatakan harga cabai merah besar di tingkat petani Desa Serang saat sekarang Rp25.000 per kilogram.

Sugito mengatakan petani terpaksa harus menanam ulang tanaman sayuran yang rusak atau membusuk akibat tingginya curah hujan di wilayah itu beberapa waktu lalu.

"Khusus untuk cabai dan tomat, petani belum berani tanam lagi karena curah hujan yang tinggi sangat berisiko terhadap tanaman," katanya.
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar