Bupati Minta Warga Sekitar Kawah Sileri Tenang

id Bupati banjarnegara, kawah sileri

Bupati Banjarnegara Budi Sarwono memerhatikan data aktivitas Kawah Sileri melalui layar monitor di Pos Pengamatan Gunung Api Dieng, Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Minggu (17/9/2017) (Foto: ANTARAJATENG.COM/Dok. Dinkominfo Banjarneg

Banjarnegara, 17/9 (Antara) - Warga yang bermukim di sekitar Kawah Sileri, Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, diminta tetap tenang dan waspada terhadap perkembangan yang terjadi, kata Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono.

"Jangan panik, ikuti instruksi dari petugas yang melakukan pengamanan di sekitar Kawah Sileri, Desa Kepakisan, Kecamatan Batur," katanya saat bertemu dengan tokoh masyarakat dan perwakilan warga yang terdampak peningkatan aktivitas Kawah Sileri di Balai Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Minggu.

Ia juga meminta warga untuk segera mengungsi ke tempat yang aman jika aktivitas Kawah Sileri terus meningkat.

Selain itu, warga diminta untuk berkoordinasi dengan Posko Penanggulangan Bencana apabila ada berita yang berkaitan dengan perkembangan aktivitas Kawah Sileri sehingga tidak terpengaruh oleh isu yang menyesatkan.

Ia mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi harus terus memantau perkembangan Kawah Sileri.

Dengan demikian, kata dia, sekecil apapun perkembangan yang berisiko terhadap warga dapat segera diantisipasi.

"Pastikan juga warga selalu dalam kondisi aman. Jika ada tanda-tanda yang membahayakan terkait dengan aktivitas Kawah Sileri, segera ungsikan," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sarwono mengatakan jalur evakuasi juga harus segera dibuat agar tidak terjadi miskomunikasi dan warga tidak bingung ketika mereka harus mengungsi ke tempat aman.

Terkait dengan hal itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Arif Rahman mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD selalu berkoordinasi dengan petugas PVMBG di Pos Pengamatan Gunung Api Dieng, Desa Karantengah, Kecamatan Batur, guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan status Kawah Sileri.

Menurut dia, para sukarelawan penanggulangan bencana yang ada di Dataran Tinggi Dieng juga telah berkoordinasi dengan BPBD terkait dengan sosialisasi serta upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan warga terhadap peningkatan aktivitas Kawah Sileri.

"Personel TRC BPBD saat sekarang tengah melakukan `assessment` terkait dengan jumlah warga yang bermukim di area 1.000 meter dari Kawah Sileri serta berkoordinasi dengan sukarelawan setempat untuk membantu upaya evakuasi dan sebagainya jika terjadi letusan," katanya.

Ketua Tim Tanggap Darurat Badan Geologi Umar Rosyadi mengatakan pihaknya telah merekomendasikan agar masyarakat dan wisatawan tidak mendekati Kawah Sileri sehubungan dengan adanya peningkatan aktivitas vulkanik di kawah tersebut.

"Aktivitas Kawah Sileri saat ini berada pada Level II atau berstatus waspada dengan radius bahaya sejauh 1.000 meter dari bibir kawah," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, warga yang bermukim di dalam radius bahaya Kawah Sileri direkomendasikan untuk diungsikan sementara ke tempat yang aman.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Kawah Sileri dari normal (Level I) menjadi waspada (Level II) sejak Kamis (14/9), pukul 23.00 WIB.

Penaikan status tersebut dilakukan karena adanya peningkatan aktivitas di Kawah Sileri sehingga PVMBG menetapkan radius bahaya sejauh 1.000 meter dari bibir kawah.

Kendati Kawah Sileri berstatus waspada, objek wisata lainnya di KWDT Dieng tetap aman dikunjungi wisatawan, antara lain Kompleks Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Kawah Candradimuka, dan Telaga Warna.
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar