BUMD Optimalkan Biaya untuk Tingkatkan Pendapatan

Pewarta : id BUMD OPTIMALKAN PENGGUNAAN BIAYA UNTUK TINGKATKAN PENDAPATAN

Sekretaris Daerah Pemkot Magelang Sugiharto (tengah) saat pertemuan evaluasi kinerja perusahaan di bawah BUMD Kota Magelang. (Foto: ANTARAJATENG.COM/dokumen Humas Pemkot Magelang)

Magelang, ANTARA JATENG - Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Magelang Sugiharto meminta perusahaan Badan Usaha Milik Daerah setempat memanfaatkan secara optimal pembiayaan untuk peningkatan pendapatan dan kompetensi sumber daya manusia.

"Optimalkan penggunaan biaya untuk meningkatkan pendapatan dan peningkatan SDM. Itu menjadi upaya yang wajib dilakukan," katanya di Magelang, Kamis.

Selain itu, ujarnya, terkait evaluasi dan pembinaan kinerja BUMD Kota Magelang, para direktur, pejabat struktural, dan karyawan perusahaan daerah harus menyadari dengan baik bahwa kesejahteraan mereka tergantung dari kinerja perusahaan.

Jika kinerja perusahaan bagus, ujarnya, laba usaha akan meningkat dan tentunya jasa produksi yang diterima karyawan meningkat.

Ia mengatakan hingga saat ini belum semua perusahaan BUMD di kota itu mencapai target sesuai dengan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP).

Ia menjelaskan tentang hasil evaluasi kinerja BUMD dari sisi pendapatan dan laba hingga akhir Juni 2017.

Pendapatan Perusahaan Daerah Air Minum Kota Magelang hingga akhir Juni 2017 meningkat 10,81 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016, Taman Kyai Langgeng 10,03 persen, Perusahaan Daerah Percetakan 53,42 persen, Perbengkelan 4,11 persen, Bank Magelang 8,63 persen, dan BPR BKK Magelang 12,83 persen. Hanya Bank Magelang yang mampu meraih target pendapatan di atas RKAP.

Ia mengatakan laba usaha semua perusahaan BUMD lebih baik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba usaha PDAM hingga Juni 2017 meningkat 300,78 persen, Taman Kyai Langgeng 60,91 persen, PD Percetakan 23,96 persen, Perbengkelan 35,02 persen, Bank Magelang 16,98 persen, dan BPR BKK Magelang 340,87 persen. Hanya PDAM, Bank Magelang, dan BPR BKK Magelang yang meraih laba usaha di atas target RKAP.

Akan tetapi, ujarnya, peningkatan pendapatan dan laba PDAM bukan semata-mata karena penjualan air bersih, melainkan adanya kenaikan tarif dasar mulai Februari 2017, sedangkan pengelola Taman Kyai Langgeng tidak mampu mencapai target pengunjung pada masa libur panjang Lebaran 2017.

Ia memberikan apresiasi terhadap beberapa perusahaan BUMD yang membuka layanan pengaduan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi sehingga keluhan pelanggan dapat segera diketahui dan ditangani.

Hadir saat evaluasi kinerja BUMD di Hotel Atria Kota Magelang, Rabu (12/7) malam itu, antara lain 80 jajaran petinggi seluruh perusahaan BUMD Kota Magelang, Asisten II Sekda Kota Magelang Sumartono, dan dari Lembaga Manajemen STIE Bank BPD Jateng Lulus Rahmad Mulyono.

Lulus Ramhad mengatakan adanya lima faktor yang harus diperhatikan untuk memacu daya saing BUMD, yakni modal, organisasi dan tata kerja, sumber daya manusia, produk dan jasa, serta pelayanan.

Selain itu, ia mengemukakan pentingnya restrukturisasi organisasi dan tata kerja, dengan cara memprioritaskan fungsi pelayanan, penjualan, dan pemasaran sehingga fokus terhadap konsumen dan daya saing. (hms).

Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar