Bulog Dorong Kelompok Tani Jadi Mitra

id Panen padi

Ilustrasi - Perempuan pekerja sektor pertanian menunjukkan hasil panen padi

Kami optimistis, target penyerapan tahun ini bisa tercapai. Terlebih lagi, ada peluang poktan maupun gapoktan menjadi mitra Bulog juga dipermudah
Kudus, ANTARA JATENG - Perum Bulog Divre Jawa Tengah mendorong kelompok tani di Provinsi Jateng untuk menjadi mitra Bulog dalam penyerapan gabah petani, kata Kepala Bidang Pengadaan Perum Bulog Divre Jawa Tengah Ismoyo Dwi Djantoro.

"Dalam rangka mendorong para kelompok tani menjadi mitra Bulog, kami juga sedang menyebar brosur tentang informasi pengadaan gabah/beras dalam negeri tahun 2017 Perum Bulog Divre Jateng," ujarnya ditemui usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Wilayah Eks-Keresidenan Pati di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa.

Ia menegaskan Perum Bulog Divre Jateng siap bermitra dengan kelompok tani atau gabungan kelompok tani, perpadi, pengusaha/pedagang beras dalam pengadaan gabah/beras pada 2017.

Ia mengatakan untuk menjadi mitra Bulog, ada persyaratan administratif serta persyaratan teknis.

Untuk persyaratan administratif, yakni memiliki dokumen yang sah terkait dengan pengajuan surat permohonan menjadi mitra kerja pengadaan (MKP), akta notaris pendirian perusahaan bagi MKP yang berbadan hukum, surat izin usaha perdagangan, tanda daftar perdagangan, surat keterangan tidak mengganggu lingkungan dan atau surat izin usaha penggilingan padi atau penyosohan beras, serta nomor pokok wajib pajak.

Persyaratan teknis yang harus dipenuhi, yakni memiliki lantai atau sarana jemur, pengering mekanis, mesin pemecah kulit, mesin penyosoh, dan alat pemisah beras.

Persyaratan untuk kelompok tani atau gabungan kelompok tani, yakni memiliki surat rekomendasi dari pemerintah daerah setempat, surat permohonan menjadi MKP ditujukan kepada kadivre/kasubdivre.

Persyaratan lainnya, yakni daftar nama dan alamat petani anggota kelompok tani/gabungan kelompok tani sesuai KTP yang dibuat oleh pengurus kelompok tani atau gapoktan, keterangan lokasi dan luas lahan yang dikuasai yang dikeluarkan oleh pemerintah desa atau kecamatan setempat, serta memiliki sarana penggilingan atau pengolahan.

"Poktan maupun gapoktan yang akan menjadi mitra juga harus sudah berbadan hukum," ujarnya.

Target penyerapan selama 2017, kata dia, 602.000 ton setara beras, sedangkan saat ini terealisasi 383.573 ton gabah kering panen (GKP) atau 41.786 ton setara beras.

"Kami optimistis, target penyerapan tahun ini bisa tercapai. Terlebih lagi, ada peluang poktan maupun gapoktan menjadi mitra Bulog juga dipermudah," ujarnya.

Mitra Bulog yang menjalin kerja sama, katanya, berjumlah 348 mitra.

Pewarta :
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar