Borobudur Marathon Tumbuhan Ekonomi Melalui Wisata Olahraga

id start 10 k,magelang

Borobudur Marathon Tumbuhan Ekonomi Melalui Wisata Olahraga

Para atlet lari kategori 10-K Bank Jateng Borobudur Marathon meninggalkan garis start di Taman Lumbini kompleks Candi Borobudur. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Heru Suyitno)

Magelang, ANTARA JATENG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bank Jateng berkolaborasi dengan Harian Kompas telah berhasil menyelenggarakan lomba lari bertaraf internasional "Bank Jateng Borobudur Marathon 2017"

Lomba lari dengan mengusung tema "Reborn Harmony" (tumbuh kembali dalam keselarasan) ini melombakan tiga kategori, yakni 10-K (10 km), half marathon (21 km) dan full marathon (42,195 km).

Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 yang berlangsung Minggu (19/11) dengan start dan finish di Taman Lumbini kompleks Taman Wisata Candi Borobudur ini diikuti 8.754 peserta dari dalam negeri maupun mancanegara.

Lomba marathon ini mengajak para peserta untuk menikmati salah satu pesona Jawa Tengah dari dekat dan suana perdesaan yang masih asri di sekitar Candi Borobudur.

Lomba lari marathon dengan start pertama pada pukul 05.00 WIB tersebut memaksa para peserta lomba untuk bermalam di Borobudur dan sekitarnya agar tidak terlambat mengikuti lomba, apalagi bagi mereka yang berasal dari luar daerah.

Bahkan para atlet luar negeri, seperti dari Kenya, Ethiopia, Jepang, Malaysia, dan Amerika Serikat telah datang di Magelang beberapa hari sebelum perlombaan. Kondisi tersebut membuat sejumlah hotel serta homestay di kawasan Borobudur dan Magelang terisi penuh.

Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno mengatakan keikutsertaan Bank Jateng berpartisipasi menjadi sponsor utama pada kegiatan Borobudur Marathon 2017 diharapkan mendapatkan banyak manfaat dalam rangka menciptakan dan menaikkan citra perusahaan yang akan membentuk kepeduliana nasabah dan masyarakat luas serta pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja perusahaan karena kepercayaan masyarakat dan pemilik meningkat.

Keterlibatan Bank Jateng dalam kegiatan ini, maka akan terbentuk "mindset" masyarakat luas bahwa Borobudur Marathon adalah Bank Jateng dan dapat menggiring opini masyarakat, Bank di Jawa Tengah adalah Bank Jateng.

"Selain meningkatkan `corporate branding` bagi Bank Jateng, Borobudur Marathon 2017 secara tidak langsung menjadi ajang promosi pariwisata yang potensial bagi Provinsi Jawa Tengah dan lebih khusus Kabupaten Magelang sehingga dengan kegiatan sport tourism ini akan terjadi sinergi harmonis yang saling menguntungkan antara pihak perusahaan, pihak pemerintah, dan pihak-pihak lainnya," katanya.

Menurut dia ada kebanggaan bagi Bank Jateng menjadi bagian dari kegiatan Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 karena bisa turut andil dalam memajukan olahraga cabang lari di Jawa Tengah.

"Saya kira event ini sangat menarik bagi pelari profesional, selain lingkungan yang masih relatif alami dengan udara yang segar, Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 juga menyediakan total hadiah bagi para juara sebesar Rp2,8 miliar," katanya.

Ia berharap melalui kegiatan ini akan muncul bibit-bibit atlet atletik. Selain itu, belum seberapa Bank Jateng dapat andil dalam memajukan industri pariwisata di Jawa Tengah, bahkan Indonesia atau dunia internasional, karena Borobudur adalah aset budaya yang luar biasa.

Belum lagi apabila dikaitkan dengan efek berganda dari kegiatan ini, antara lain akan menambah okupansi dari hotel-hotel, guest house dan jenis penginapan lainnya yang tentunya akan menambah pendapatan bisnis mereka.

Hal ini juga berdampak terhadap peningkatan pendapatan pajak untuk pemerintah. Belum lagi dari perputaran usaha lain yang bersinggungan dengan kegiatan olahraga dan pariwisata.

"Kami ingin, keberadaan kami punya arti untuk Jawa Tengah dan Indonesia, semoga akan banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan yang bertujuan untuk membudayakan olahraga lari dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui wisata olahraga ini," katanya.

Ketua Yayasan Borobudur, Liem Chie An mengakui penyelenggaraan Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 lebih baik dibanding dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.

Penyelenggaraan kegiatan dengan menggandeng Harian Kompas ini bukan dilihat dari kuantitasnya namun juga kualitas.

Ia berharap Bank Jateng Borobudur Marathon bisa seperti Tokyo Marathon, selain itu penyelenggaraan kegiatan ini bisa meningkatkan minat masyarakat Indonesia dan turis mancanegara untuk berkunjung ke Magelang.

Bukan hanya itu saja, para wisatawan juga diharapkan bisa lebih menghargai alam serta melestarikan seni dan budaya lokal.

Pada penyelenggaraan Bank Jateng Borobudur Marathon 2017, panitia juga mengajak masyarakat sekitar dan pelajar yang terlewati rute marathon untuk ambil bagian menunjukkan berbagai kekhasan dan keramahan masyarakat Jawa Tengah, khususnya Magelang, sekaligus dapat turut memberikan semangat kepada para pelari yang berlomba.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin mengatakan bahwa ajang Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Melalui wisata olahraga lari akan semakin bisa menambah wawasan dan pertemanan bahkan bisa mendorong pertumbuhan sektor ekonomi, hal ini berkaitan dengan jumlah wisatawan, baik domestik maupun mancanegara yang berdatangan.

Kelangsungan hidup menjadi sangat penting dan industri pariwisata salah satu yang menjadi tumpuan masyarakat di Jawa Tengah. Saat ini, sekitar 75 persen pertumbuhan sektor pariwisata diperoleh dari wisata olahraga.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 meningkatkan kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur.

Melalui kegiatan ini, katanya, sektor kepariwisataan akan terus mengalami tren kenaikan. Lebih khusus lagi, tingkat kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur terus meningkat dari tahun ke tahun.

Selama ini Borobudur merupakan satu dari empat destinasi pariwisata di Jawa Tengah yang menjadi unggulan selain Dieng, Karimunjawa, dan Sangiran.

Ia mengatakan dengan mengangkat tema "Reborn Harmony" ingin menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat bahwa persatuan masih menjadi hal yang sangat mengasyikan, apalagi dilakukan melalui kegiatan olahraga sambil berwisata.

Di Jateng, kata dia, banyak potensi sport tourism yang dapat dikombinasikan dengan pergelaran budaya. Seperti pekan lalu, pihaknya menggelar Tour de Borobudur, yakni gowes dengan jarak tempuh 200 kilometer. Gubernur ingin Bank Jateng Borobudur Marathon ke depan terus digelar dan memiliki jumlah partisipan yang lebih tinggi.

Budiman Tanuredjo dari Harian Kompas selaku penyelenggara kegiatan mengatakan rute yang dilintasi oleh para pelari dalam Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 sangat unik, antara lain melewati areal persawahan dan tiga kompleks candi.

Ia berharap kegiatan yang telah digelar kelima kalinya ini akan terus menjadi daya tarik bagi para atlet maupun wisatawan domestik dan mancanegara sehingga menjadi ajang rutin bertaraf dunia.

Ia mengusulkan agar perlombaan tersebut semakin menarik, tahun depan bisa ditambah kategori khusus untuk nasabah Bank Jateng guna membangun loyalitas.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar