BKPM Menyosialisasikan Potensi Wisata Bahari Indonesia

id BKPM, wisata bahari indonesia, solo

BKPM Menyosialisasikan Potensi Wisata Bahari Indonesia

Thomas Lembong (dua dari kiri) saat menjelaskan potensi wisata bahari (Foto: ANTARAJATENG.COM/Aris Wasita Widiastuti)

Solo, ANTARA JATENG - Badan Koordinasi Penanaman Modal (PKPM) gencar menyosialisasikan potensi wisata bahari Indonesia kepada seluruh pemerintah daerah.

"Program ini seiring dengan program presiden yang akan menggulirkan fokus di wisata bahari. Ini ironis, Indonesia negara maritim di dunia tetapi wisata bahari hampir tidak ada," kata Kepala BKPM Thomas Lembong di Solo, Kamis.

Ia mengatakan untuk wisata bahari ini terbagi menjadi dua, yaitu wisata kapal pesiar dan kapal layar atau yacht. Untuk kapal pesiar, dikatakannya, memiliki potensi ekonomi yang cukup bagus mengingat jumlah penumpangnya 2.000-10.000 penumpang untuk sekali jalan.

"Sedangkan untuk yacht ini digunakan untuk keliling ke pulau-pulau kecil. Kami akan terus genjot sektor ini," katanya.

Bahkan, dikatakannya, sektor tersebut menjadi fokus pertemuan tahunan antara Presiden Joko widodo dengan PM Singapura. Ia mengatakan baru-baru ini Singapura baru selesai membangun terminal kapal pesiar raksasa yang fungsinya untuk mengakomodasi kapal pesiar raksasa.

"Saat ini PM Singapura sedang kerja keras membujuk operator kapal pesiar agar bisa singgah di sana. Kondisi ini akan berdampak pada sekelilingnya, misalnya kalau ke selatan akan ke Indonesia," katanya.

Ia mengatakan relevansinya dengan Jateng adalah Jateng memiliki lokasi natural yang cocok untuk terminal kapal pesiar, yaitu di Semarang.

"Ini akan menjadi sarana yang luar biasa. Apalagi di Singapura jumlah wisatawan yang naik kapal pesiar tumbuh 15-20 persen/tahun. Kalau kita punya terminal kapal pesiar di Jateng paling tidak 10.000 wisatawan datang. Selain itu, ketika singgah mereka juga akan keliling ke kota-kota sekitar termasuk Solo," katanya.

Sedangkan untuk yacht, dikatakannya, juga memiliki potensi besar mengingat jika dulu hanya digunakan oleh masyarakat golongan atas, saat ini sudah mulai dinikmati oleh masyarakat kalangan menengah.

"Terkait dengan yacht, Presiden juga serius mengembangkan sektor tersebut. Kami dalam tahap akhir merundingkan perjanjian perdagangan investasi dengan Australia terkait hal ini. Nantinya bea masuk untuk kapal layar juga turun dari 75 persen jadi 0 persen agar kapal bisa masuk dari Australia," katanya.

Ia mengatakan untuk mengeksplorasi yacht, Jateng sudah memiliki lokasi strategis yaitu Karimunjawa. Oleh karena itu, pihaknya merasa perlu mengajak Pemda untuk berperan serta menyukseskan program pemerintah tersebut.

"Kami akan terus ingatkan pemda-pemda agar serius menggarap ini. Wisata bahari adalah sebuah terobosan atau sektor baru yang akan sangat berkembang 5-10 tahun ke depan," katanya.
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar