Bea Cukai Kudus Musnahkan Rokok Ilegal Senilai Rp8,56 Miliar

id kppbc kudu, pemusnahan rokok ilegal

Bea Cukai Kudus Musnahkan Rokok Ilegal Senilai Rp8,56 Miliar

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus Suryana bersama sejumlah tamu undangan, memusnahkan 14,42 juta batang rokok ilegal beserta tembakau iris sebanyak 985 kilogram di halaman KPPBC Kudus, Jumat (21/4), yang nilain

Kudus, ANTARA JATENG  - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, Jawa Tengah, Jumat memusnahkan jutaan batang rokok dan ratusan kilogram tembakau iris serta barang bukti lain senilai Rp8,56 miliar.

Pemusnahan barang bukti rokok sebanyak 14,42 juta batang rokok ilegal beserta tembakau iris sebanyak 985 kilogram di halaman KPPBC Kudus dihadiri perwakilan dari Kejaksaan Negeri Kudus, Pengadilan Negeri Kudus, Polres Kudus, KPP Pratama Kudus serta perwakilan Satpol PP dari sejumlah kabupaten di eks Keresidenan Pati.

Secara simbolis, Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus Suryana diikuti sejumlah tamu undangan menyulutkan api ke arah tong yang berisi rokok ilegal.

Menurut Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus Suryana, pemusnahan barang milik negara yang berat keseluruhannya mencapai 23,5 ton tersebut merupakan tindak lanjut penyelesaian dan serangkaian prosedur pengawasan di bidang cukai dalam rangka memberantas peredaran hasil tembakau ilegal.

Barang bukti tersebut, kata dia, merupakan hasil penindakan selama Mei 2016 hingga Februari 2017.

Ia mengatakan, ada 36 Surat Bukti Penindakan (SBP) yang berasal dari limpahan Kanwil DJBC Jateng dan DIY sebanyak tiga SBP, limpahan dari Polres Pati satu SBP, ditambah dengan barang rampasan yang berasal dari limpahan Kejari Kudus dua berkas.

Dari 14,42 juta batang rokok ilegal tersebut, kata dia, semuanya merupakan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM).

Barang bukti lain yang ikut dimusnahkan, yakni jampel dan pita cukai yang diduga palsu sebanyak 7.416 keping, kertas CTP sebanyak 59 rol, etiket 1.532 kilogram, plastik OPP sebanyak 10 kg serta 59 alat pemanas.

Adapun perkiraan kerugian negara apabila dihitung dari Surat Bukti Penindakan (SBP) yang diterbitkan pada periode yang bersangkutan sebesar Rp5,579 miliar.

Sebelum dimusnahkan, kata dia, KPPBC Kudus terlebih dahulu meminta persetujuan dari berbagai pihak, seperti Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi, Kepala Kantor Wilayah DJKN Jateng dan DIY, serta Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang.

"Periode sebelumnya, pemusnahan dilakukan pada semester kedua, yakni bulan September 2016, sedangkan tahun ini dilaksanakan lebih awal, yakni bulan April 2017," ujarnya.

Hal itu, lanjut dia, disebabkan karena gudang tempat yang disediakan untuk menyimpan barang milik negara tersebut melebihi kapasitas karena sejak bulan Februari 2017 tidak bisa digunakan untuk menyimpan barang hasil penindakan.

Usai dilakukan pemusnahan secara simbolis, selanjutnya dilakukan pemusnahan dengan penimbunan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Jekulo.

"Hal itu, sesuai surat rekomendasi dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kudus tertanggal 30 Maret 2017," ujarnya.

Di dalam surat tersebut, dijelaskan bahwa pemusnahan dapat dilaksanakan dengan cara ditimbun atau dibakar di TPA Tanjungrejo, Jekulo.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar