Awas, Pergerakan Tanah Terjadi di Dayeuhluhur - (d)

id Tanah bergerak

Awas, Pergerakan Tanah Terjadi di Dayeuhluhur - (d)

Ilustrasi - Garis polisi dipasang di sekitar lokasi bencana tanah bergerak Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Cilacap. (Foto:ANTARAJATENG.COM/Dok.BPBD Cilacap)

Cilacap, ANTARA JATENG - Pergerakan tanah dilaporkan terjadi di Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Tri Komara Sidhy.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, pergerakan tanah tersebut terjadi pada hari Selasa (14/11), pukul 22.00 WIB, dan hari Rabu (15/11), pukul 06.00 WIB, di Dusun Sudimampir RT 01 RW 03, Desa Hanum, Kecamatan Dayeuhluhur, yang berada di dekat perbatasan Jateng-Jabar," katanya di Cilacap, Kamis.

Ia mengatakan pergerakan tanah tersebut mengakibatkan retakan dan longsor yang menutup jalan penghubung Desa Hanum dengan Desa Palugon, Kecamatan Wanareja, Cilacap, sepanjang 150 meter.

Menurut dia, mahkota retakan berlokasi sekitar 50 meter di atas jalan dengan kemiringan lebih kurang 75 derajat dan lebar mahkota retakan berkisar 10-20 centimeter.

"Panjang jalan yang terputus total akibat terbawa longsor mencapai 20 meter, luas area retakan sekitar 1,5 hektare yang sebagian besar merupakan kebun rakyat," katanya.

Ia mengatakan kejadian tersebut juga mengakibatkan tersumbatnya jaringan irigasi yang mengairi 30 hektare sawah.

Bahkan, kata dia, dua jaringan air bersih untuk warga Dusun Sukaharja dan Sudimampir terputus.

"Hingga saat ini, kami mendata kerugian akibat bencana tersebut. Yang pasti tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," katanya.

Ia mengimbau masyarakat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memasang rambu-rambu bahaya di sekitar area retakan.

Menurut dia, pihaknya belum menganjurkan pelaksanaan kerja bakti untuk membuka akses jalan karena masih ada pergerakan tanah.
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar