Angka Kecelakaan KA di Daop VI Turun hingga 50 Persen

id sosialisasi pt kai

Sosialisasi keselamatan perjalanan KA yang melibatkan puluhan anak TK (Foto: ANTARAJATENG.COM/Aris Wasita Widiastuti)

Solo, ANTARA JATENG - Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan angka kecelakaan kereta api di Daerah Operasi VI menurun sebesar 40-50 persen dibandingkan tahun lalu.

"Kalau untuk tahun ini angkanya tidak lebih dari 50 kasus," kata Wakil Kepala Daop VI Yogyakarta Ida Hidayati di sela acara sosialisasi keselamatan perjalanan KA Perintis Batara Kresna lintas Purwosari-Wonogiri kepada anak usia dini di Stasiun Purwosari Solo, Rabu.

Ia mengatakan berdasarkan undang-undang, kecelakaan kereta api terbagi dalam empat kasus, yaitu kereta terguling, terbakar, anjlok, dan tabrakan antar kereta api.

Sedangkan untuk tabrakan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan lain di pintu lintasan KA bukan merupakan kecelakaan KA tetapi merupakan kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, pihaknya tidak dapat melaporkan sebagai kasus kecelakaan KA.

Sementara itu, mengenai keterlibatan KA Batara Kresna pada sejumlah kecelakaan, dikatakannya, sebagian karena kelalaian dari masyarakat.

"Pada dasarnya PT KAI bertindak sebagai operator sehingga kami hanya menjalankan perintah. Oleh karena itu, mengenai keselamatan tersebut kami juga melakukan kerja sama dengan Pemda," katanya.

Ia mengatakan sebagai pembelajaran kepada masyarakat perlu juga sejumlah titik perlintasan dilengkapi dengan rambu-rambu keselamatan.

"Kalau untuk rambu-rambu keselamatan ini merupakan ranahnya Dinas Perhubungan," katanya.

Meski demikian, dikatakannya, sejauh ini KAI tetap berupaya untuk bertanggung jawab atas kejadian-kejadian kecelakaan yang melibatkan KA.

Menurut dia, salah satu bentuk tanggung jawab yang dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi mengenai keselamatan perjalanan KA kepada seluruh segmen masyarakat mulai dari usia dini hingga masyarakat dewasa.

"Untuk sosialisasi hari ini kami melibatkan puluhan anak-anak taman kanak-kanak, tentu dengan bahasa yang mudah dipahami. Selain itu, untuk makin mendekatkan mereka kepada kereta api, kami juga mengadakan lomba mewarnai," katanya.

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar