81 Desa Ajukan Pencairan Dana Desa

id Dana Desa

81 Desa Ajukan Pencairan Dana Desa

Ilustrasi dana desa (Foto: Antara News)

Kami menargetkan, semua desa di Kudus bisa mencairkan dana desa maksimal pekan ini, karena waktunya sudah mepet dengan batas akhir tahun anggaran
Kudus, ANTARA JATENG - Sebanyak 81 dari 123 desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai mengajukan pencairan dana desa tahap kedua menyusul adanya transfer dari pemerintah pusat ke kas daerah.

"Dana desa dari pemerintah pusat memang sudah ditransfer ke kas daerah, sehingga pemerintah desa bisa mengajukan pencairan," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kudus Adi Sadhono Murwanto di Kudus, Selasa.

Hingga saat ini, sudah ada 81 desa yang mengirimkan berkas persyaratan ke Dinas Pemdes Kudus untuk pencairan dana desa yang totalnya Rp 27,33 miliar.

Puluhan desa yang mengajukan pencairan tersebut, paling banyak dari Kecamatan Kaliwungu yakni 13 desa, disusul Kecamatan Kota dan Dawe masing-masing 11 desa, serta Kecamatan Gebog, Jati, dan Jekulo masing-masing sembilan desa.

Kecamatan Mejobo delapan desa, Kecamatan Bae tujuh desa, serta Kecamatan Undaan empat desa.

Setelah diverifikasi kelengkapan administrasinya, kata dia, berkas persyaratan yang dinyatakan lengkap dan tidak ada koreksi akan diajukan ke Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus.

"Jika tidak ada koreksi, tentunya pemerintah desa yang berkasnya dinyatakan lengkap bisa mencairkan dana desanya," ujarnya.

Ia berharap, desa yang sudah lebih dahulu mencairkan dana desa bisa segera memanfaatkannya untuk mendukung program kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya.

Dengan sisa waktu yang ada, dia berharap, masing-masing pemerintah desa bisa memaksimalkannya, sehingga dana desa bisa terserap maksimal.

"Kami menargetkan, semua desa di Kudus bisa mencairkan dana desa maksimal pekan ini, karena waktunya sudah mepet dengan batas akhir tahun anggaran," ujarnya.

Oleh karena Tahun Anggaran 2017 hanya menyisakan waktu efektif selama satu bulan, kata dia, semua desa memang didorong untuk mempersiapkan penggunaan dana desa pada tahap kedua sedini mungkin.

Untuk itu, kata dia, beberapa waktu lalu dibentuk desk penyerapan anggaran dana desa tahap kedua untuk memastikan bahwa pemerintah desa sudah menyiapkan semua berkas persyaratan pencairan tahap kedua.

Adapun persyaratan pencairan dana desa tahap kedua, yakni laporan penggunaan dana desa tahap pertama serta APBDes.

Kepala BPPKAD Kudus Eko Djumartono mengakui, sudah ada pengajuan pencairan dana desa, namun saat ini masih dikoreksi terkait dengan kelengkapan administrasinya, sehingga belum ada yang cair.

Alokasi dana desa yang diterima Kabupaten Kudus pada 2017 sebesar Rp103,69 miliar atau meningkat dibandingkan pada 2016 yang tercatat Rp81,22 miliar.

Pencairan dana desa tahun ini melalui dua tahap, untuk tahap pertama 60 persen dan tahap kedua 40 persen.

Besarnya dana desa yang diterima oleh masing-masing desa, disesuaikan dengan indeks kesulitan geografis, jumlah penduduk, luas desa, dan tingkat kemiskinan.

Pewarta :
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar