451 TKA Bekerja di Wilayah Imigrasi Cilacap

Pewarta : id imigrasi jateng

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jateng Ramli H.S. (kiri) didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap Eben Rifqy Taufan saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) Kabupaten Cilacap, Rabu (15/11/2017). (Fo

Cilacap, ANTARA JATENG - Sebanyak 585 warga negara asing berada di wilayah Kantor Imigrasi Cilacap, 451 orang di antaranya bekerja sebagai tenaga kerja asing (TKA), kata Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Jawa Tengah Ramli H.S.

"Dari jumlah tersebut, pemegang izin tinggal kunjungan ada 45 orang, pemegang izin tinggal terbatas sebanyak 523, dan pemegang izin tinggal tetap ada 17 orang," katanya saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) Kabupaten Cilacap, Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap, di Cilacap, Rabu.

Menurut dia, Kantor Imigrasi Cilacap menempati peringkat ketiga keberadaan warga negara asing di wilayah Jawa Tengah.

Ia mengatakan dari 585 warga negara asing yang ada di wilayah Kantor Imigrasi Cilacap, sebanyak 451 orang di antaranya bekerja sebagai TKA.

"Tolong, teman dari Dinas Tenaga Kerja untuk `cross check` data ini supaya datanya betul-betul sinkron," ucapnya.

Terkait dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap Sutiknyo mengatakan berdasarkan data, jumlah TKA yang bekerja di Cilacap sebanyak 362 orang.

Menurut dia, data yang disajikan Kadiv Keimigrasian merupakan jumlah seluruh TKA yang bekerja di wilayah Kantor Imigrasi Cilacap yang meliputi Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen.

"Di Purbalingga juga ada tenaga kerja asing yang bekerja di sektor industri rambut palsu," tuturnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan dari 362 TKA tersebut, sebanyak 59 orang di antaranya melakukan perpanjangan izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA) di Cilacap karena sudah menetap di kabupaten itu.

Menurut dia, perpanjangan IMTA tersebut telah memberikan kontribusi untuk Pemerintah Kabupaten Cilacap berupa retribusi sebesar Rp1,2 miliar.

"Setiap tenaga kerja asing yang memperpanjang IMTA membayar retribusi sebesar 100 dolar Amerika Serikat per bulan. Kalau satu tahun berarti 1.200 dolar Amerika Serikat per tahun," jelasnya.

Sementara untuk TKA lainnya, kata dia, memperpanjang IMTA di Kementerian Ketenagakerjaan karena mereka bekerja lintas provinsi sedangkan yang bekerja lintas kabupaten/kota dilakukan di Dinas Ketenagakerjaan Provinsi.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap Eben Rifqy Taufan mengatakan Rakor Tim Pora Kabupaten Cilacap dimaksudkan untuk mewujudkan ketertiban dan kenyamanan orang asing yang tinggal, berada, serta bekerja di Kabupaten Cilacap.

"Seperti kita ketahui bersama bahwa orang asing yang ada di Cilacap ini cukup banyak," ujarnya.

Menurut dia, sebagian orang asing itu bekerja serta tinggal bersama anak dan istrinya yang warga negara Indonesia.

Oleh karena itu, kata dia, orang asing yang bekerja di Kabupaten Cilacap harus mempunyai izin kerja atau mengikuti peraturan yang ada di Indonesia.

Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar