15 Siswa SD di Kudus Diduga Keracunan

Pewarta : id keracunan sd kudus

Kudus, ANTARA JATENG - Sekitar 15 siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat, diduga mengalami keracunan setelah menyantap mie rebus di sekolahnya.

Akibat kejadian tersebut, belasan siswa SD Negeri Kayuapu, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus, harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Loekmono Hadi Kudus, untuk mendapatkan penanganan medis.

Selamet Harianto, salah satu siswa kelas VI yang keracunan ditemui di RSUD dr. Loekmono Hadi di Kudus, Jumat, mengakui, dirinya ikut membeli mie rebus di pedagang yang mangkal di depan sekolahnya.

Sebetulnya, kata dia, dirinya berupaya melihat masa kedaluwarsanya, namun penjualnya melarang dan langsung memotong kemasan mie agar tidak bisa dilihatnya.

Setelah memakan mie, kata dia, selang beberapa menit perut terasa mual serta kepala pusing.

Fania, siswa lainnya kelas V mengakui, hal yang sama bahwa ketika ingin melihat masa kedaluwarsanya, ternyata pedagangnya menutup-nutupi.

"Ternyata, setelah menyantap mie rebus yang ditaruh di plastik perut terasa mual dan muntah," ujarnya.

Ia mengaku, kapok membeli mie rebus dari penjual tersebut, karena sebelumnya teman di sekolahnya juga mengalami hal serupa ketika membeli makanan jenis sosis.

"Lain kali, saya tidak akan jajan sembarangan karena diduga keracunan harus dilarikan ke rumah sakit," ujarnya.

Mariam, orang tua murid yang ditemui di RSUD dr. Loekmono Hadi mengakui, anaknya juga ikut membeli mie rebus yang mengakibatkan puluhan pelajar keracunan.

"Informasinya, kecap dan sausnya banyak semutnya," ujarnya.

Ia mengakui, sering mengingatkan anaknya agar tidak sembarangan membeli makanan di luar kompleks sekolah, karena tidak ada jaminan makanan yang dijajakan higienis dan sehat.

"Karena anak-anak, ketika melihat teman lainnya berjajan tentu akan ikut," ujarnya.

Kebetulan, lanjut dia, saat istirahat hanya ada satu pedagang, sehingga siswa yang masih memiliki uang jajan, tentu membeli pada pedagang yang sama.

"Hampir semua siswa membeli makanan yang sama, yakni mie rebus namun tempat makannya pada kemasan plastik bukan disediakan gelas tersendiri," ujarnya.

Guru SDN Kayuapu Nurwati membenarkan, bahwa siswa kelas III, IV, V dan VI SD saat jam istirahat memang membeli mie rebus yang dijajakan salah seorang pedagang di luar sekolah.

Adapun jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan, kata dia, ada 15 anak, sebanyak 13 anak diantaranya dirawat di RSUD dr. Loekmono Hadi, sedangkan dua anak dirawat di rumah karena meminta pulang lebih awal.

Awalnya, kata dia, siswa yang diduga keracunan dilarikan ke Puskesmas Bae, namun karena peralatannya yang kurang lengkap akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

"Kami bersyukur, kesehatan semua siswa yang dibawa ke RSUD membaik, setelah sebelumnya menangis karena mengalami perut mual dan muntah," ujarnya.

Dokter RSUD Loekmono Hadi Kudus, katanya, memperbolehkan semua siswa pulang ke rumah, karena kondisinya mulai membaik.
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar