Yono Sayur yang Tewas pernah Melakukan Percobaan Pembunuhan Kapolda Sulteng

id yono sayur yang tewas pernah melakukan percobaan pembunuhan kapolda sulteng

 Yono Sayur yang Tewas pernah Melakukan Percobaan Pembunuhan Kapolda Sulteng

Satuan Tugas Operasi Tinombala 2016 di Pos Komando Sektor II Tokorondo, Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (16/8/2016). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Palu Antara Jateng - Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) AKBP Hari Suprapto menyatakan bahwa pihaknya meyakini orang yang tewas dalam kontak tembak dengan tim Satuan Tugas (Satgas) Operadi Tinmbala di Kabupaten Parigi Moutong adalah Suharyono alias Yono Sayur alias Pak Hiban.

"Yono merupakan salah seorang anggota kelompok Santoso yang masuk dalam daftar pencarian orang Satgas Tinombala saat ini," katanya di Palu, Jumat.

Kontak tembak yang terjadi di Dusun Koala Air Teh, Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kamis (10/11), terjadi antara Satgas Tinombala dengan Yono Sayur, setelah tim satgas dilempari bom saat melakukan penangkapan.

Yono dilumpuhkan aparat keamanan setelah terluka tembak di bagian dada dan kaki.

Menurut Hari, Yono juga tersangka yang melakukan percobaan pembunuhan atas Kapolres Poso pada 2006, yakni AKBP Rudy Sufahriadi, yang kini berpangkat brigadir jenderal dan menjadi Kapolda Sulteng.

Yono akhirnya bergabung dengan kelompok Santoso. Setelah Santoso tewas, dan Basri ditangkap, diduga Yono bersama Ali Kalora. Ia juga terlibat sejumlah kasus pembunuhan saat bersama Santoso.

"Yang menyulitkan petugas untuk melakukan evakuasi karena lokasi baku tembak jauh dari permukiman penduduk," ujarnya.

Jumat sekitar pukul 01.00 WITA jenazah Yono dievakuasi ke Mapolsek Sausu.

Pada pukul 04.15 WITA, jenazah tiba di RS Bhayangkara, Polda Sulteng, untuk proses identifikasi dan pengenalan identitas secara medis.

Proses identifikasi fisik yang dilakukan oleh tim Inafis, dan menurut Hari, terdapat ciri-ciri fisik berupa tato di kaki dan punggung, raut wajah, jenis rambut yang dicocokkan dengan data, sehingga jenazah teroris itu diyakini adalah Yono.

Keyakinan itu juga diperkuat dengan pernyataan keluarga, setelah ditunjukkan kondisi fisik jenazah.

Namun, ia menegaskan bahwa proses identifikasi secara medis tetap akan dilakukan untuk memastikan identitas jenazah agar tidak lagi terbantahkan, sehingga tidak menjadi polemik di kemudian hari.

"Saat ini jenazah masih berada di RS Bhayangkara Polda Sulteng," demikian AKBP Hari Suprapto.
Pewarta :
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar