Logo Header Antaranews Jateng

Pengamat: Caleg Baru Berpeluang Raih Suara Terbanyak

Minggu, 6 April 2014 16:35 WIB
Image Print

"Berdasarkan hasil penelitian yang kami lakukan, masyarakat yang memiliki hak pilih cenderung meninggalkan caleg incumbent yang dianggap tidak jujur sehingga menjadi kesempatan bagi caleg baru untuk bisa mengalahkannya dalam mendapatkan dukungan dari para pemilih," katanya di Semarang, Minggu.

Menurut Direktur Pusat Kajian Otonomi Daerah dan Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip tersebut, hal itu disebabkan caleg baru relatif belum memiliki kinerja yang bisa diukur oleh masyarakat pemilih.

Penelitian yang dilakukan Puskodak Fisip Undip Semarang menggunakan metode sampel bertingkat dengan jumlah narasumber sebanyak 2.400 responden tersebar di sepuluh daerah pemilihan yang ada di Jawa Tengah.

Ia menjelaskan, dari penelitian tentang perilaku pemilih masyarakat Jateng terhadap Pemilu Legislatif 2014 yang dilakukan pada 16-28 Februari 2014 itu juga terungkap bahwa pemilih lebih berorientasi pada figur, bukan partai politik.

"Pada Pemilu Legislatif pada 9 April mendatang pemilih cenderung memilih figur yang menarik, ada hubungan keluarga atau hubungan personal, sedangkan faktor afiliasi kepartaian hanya menempati urutan keempat," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa perolehan suara parpol atau caleg lebih banyak tergantung pada kapasitas figur yang diusung parpol bersangkutan, bukan karena pesona parpolnya.

"Fenomena pemilih yang cenderung memilih figur yang jujur, familiar, dan dikenal pemilih ini mengindikasikan bahwa semua parpol dan caleg yang ada memiliki peluang sama," katanya.

Rendahnya tingkat pertimbangan masyarakat untuk memilih partai, kata Susilo Utomo, mengindikasikan tidak ada parpol yang dominan untuk dipilih masyarakat. "Semua parpol memiliki kesempatan hampir sama untuk merebut dukungan masyarakat dan dengan perilaku pemilih tersebut, bukan tidak mungkin parpol baru justru bisa mencuri suara pemilih," ujarnya. Sementara itu Direktur Centre For Elections and Politiccal Party Fisip Undip Fitriyah memperkirakan bahwa jumlah pemilih pemula atau pemilih muda pada Pemilu 2014 mencapai 30 persen lebih. "Saat ini kami sedang melakukan berbagai kegiatan untuk menyiapkan para pemilih muda ini agar menjadi pemilih cerdas dan tidak golput," katanya.

Menurut Fitriyah, pemilih muda, khususnya kalangan mahasiswa dan pelajar merupakan pemilih cerdas, kritis, rasional, dan lebih banyak mempunyai pertimbangan logis. "Dalam memilih, mereka benar-benar mempertimbangkan apa yang bisa dan telah dilakukan oleh partai atau caleg," ujar Fitriyah.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026