Mainan Edukatif yang Aman Mulai Diminati Masyarakat

id mainan edukatif yang aman mulai diminati masyarakat

Mainan Edukatif yang Aman Mulai Diminati Masyarakat

Sejumlah anak-anak merakit permainan puzzle di Trans Studio, Makassar, Sulsel, Jumat (9/3). Puzzle merupakan jenis permainan untuk mengasah kecerdasan anak serta memiliki kreatitas dan daya ingat yang kuat. FOTO ANTARA/Dewi Fajriani/ss/pd/12



"Permintaan masyarakat terhadap mainan edukatif anak dengan bahan dasar yang berkualitas dan pewarna yang aman ini mengalami peningkatan dibandingkan beberapa bulan yang lalu," kata Sudi Ari Sulistyarini (30), pemilik usaha Arintha Edutoys di Semarang, Selasa.

Menurut dia, mainan anak berupa "puzzle", kereta angka, dan berbagai jenis mainan dari kayu serta kain flanel dengan warna terang untuk melatih kecerdasan visual anak-anak lebih diminati masyarakat.

Ia menjelaskan latar belakang dirinya dan suaminya membuat mainan edukatif anak.

Saat ini, katanya, masih banyak pelaku usaha di bidang mainan anak yang tidak memperhitungkan keamanan bahan serta efek buruknya terhadap anak-anak.

"Anak-anak sangat rentan dengan bahan-bahan yang berbahaya dan bisa berdampak buruk dengan kehidupannya di masa mendatang," ujar istri Maranatha Adhi Wijaya (25) itu.

Hal tersebut menggugah pasangan muda itu menggeluti bisnis yang masih jarang dilakukan oleh banyak kalangan dengan membuat mainan edukatif anak yang aman, meskipun dengan biaya produksi yang cukup besar.

Ia menjelaskan, selain terbuat dari bahan-bahan yang aman, mainan edukatif anak juga dirancang berdasarkan umur dan kebutuhan masing-masing anak.

"Awalnya kami berdua bingung ketika mencari mainan yang edukatif untuk keponakan saya, kemudian muncul ide dan membuat sendiri hingga jadilah berbagai produk mainan edukatif ini," ujarnya.

Menurut dia, saat ini pemasaran mainan edukatif anak yang diproduksinya telah merambah sejumlah kota besar seperti Semarang, Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

"Selain memasarkan ke teman-teman, saya dan suami juga memasarkan produk mainan edukatif anak melalui jejaring sosial," katanya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar