Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Pekalongan meminta mitra MBG serap produk lokal

Minggu, 4 Oktober 2026 15:59 WIB
Image Print
Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan Sukirman (nomor 2 dari kiri) bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Anis Rosidi pada kegiatan Rakor Program MBG di Pekalongan, belum lama ini. ANTARA/HO-Humas Pemkab Pekalongan

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, meminta mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperkuat koordinasi terutama terkait kepatuhan terhadap standar operasional prosedur, keamanan pangan, serta pemanfaatan produk lokal.

Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan Sukirman di Pekalongan, Minggu, mengatakan koordinasi diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG sekaligus mencari penyelesaian secara bersama.

"Kami menilai evaluasi tidak cukup dilakukan secara internal tetapi perlu melibatkan seluruh unsur yang menjalankan program di lapangan. Selain itu, kami meminta peluang pengadaan bahan pangan dari pelaku usaha lokal terus diperbesar," katanya.  

Ia menekankan setiap mitra MBG harus menjalankan program sesuai standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.

Demikian pula, kata dia, evaluasi secara berkala juga diperlukan agar setiap temuan di lapangan dapat segera diperbaiki.

Ia mengatakan telah memberikan teguran terhadap sejumlah mitra yang dinilai belum memenuhi ketentuan bahkan terdapat mitra yang sempat dikenai penangguhan.

"Alhamdulillah Kabupaten Pekalongan relatif tidak terlalu banyak persoalan yang terkait dengan misalnya keracunan dan seterusnya. Akan tetapi SOP beberapa dari para mitra MBG ini memang beberapa kali kita tegur dan bahkan ada yang kita suspend," katanya.

Selain memastikan makanan yang diberikan memenuhi standar keamanan dan gizi, Pemkab Pekalongan ingin agar program MBG ikut memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Ia menyebut sejumlah komoditas seperti ikan, ayam, telur, beras dan bahan pangan lainnya memiliki potensi untuk dipasok dari pelaku usaha di daerah setempat.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi mengatakan kegiatan pertemuan juga menjadi bagian dari tindak lanjut arahan rapat koordinasi pengamanan pangan Program MBG di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Sejumlah persoalan dibahas, antara lain penerapan SOP, jam operasional SPPG, mutu dan keamanan bahan baku, serta upaya meningkatkan penggunaan produk pangan yang berasal dari Kabupaten Pekalongan.

"Ini penting seperti peternak, petani, nelayan, kemudian sayur-mayur. Ini harus benar-benar dijaga mutu kualitasnya sekaligus bersumber dari lokal Kabupaten Pekalongan," katanya.

Baca juga: Pemkot Pekalongan cek dugaan temuan kualitas menu MBG bermasalah



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026