Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot Pekalongan menggelar lomba membatik peringati Hari Batik Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 15:00 WIB
Image Print
Masyarakat Kota Pekalongan belajar membatik di Museum Batik Pekalongan di Pekalongan, belum lama ini. ANTARA/Kutnadi

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah menggelar lomba membatik dan pameran kolaborasi, serta memberikan tiket masuk museum secara gratis pada 2 Oktober 2026 dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2026 di daerah setempat.

Kepala Museum Batik Pekalongan Nurhayati Sinaga di Pekalongan, Jumat, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan batik kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Hari Batik Nasional jatuh setiap 2 Oktober.

"Untuk memperingati Hari Batik Nasional, salah satunya kami mengadakan lomba mulai 5 Oktober hingga 8 Oktober 2026. Ada tiga kategori yang dilombakan yaitu tingkat umum yang akan diselenggarakan pada 5 Oktober, kemudian SMP, dan SMA," katanya.

Dia menjelaskan kuota peserta lomba membatik ditambah menjadi 100 orang dari rencana sebelumnya 50 orang karena mempertimbangkan antusiasme masyarakat yang tidak hanya datang dari Pekalongan, akan tetapi juga luar daerah, seperti Jepara dan Yogyakarta.

Untuk menjaga kenyamanan peserta, kata dia, kuota 100 orang tersebut dibagi menjadi dua sesi dengan masing-masing 50 peserta.

"Sementara lomba tingkat SMP pada 7 Oktober dibatasi 30 peserta dan diikuti pelajar dari Kota Pekalongan maupun daerah lain," katanya.

Lomba tingkat SMA/SMK/MA pada 8 Oktober memiliki cakupan peserta lebih luas karena digelar untuk tingkat Jawa Tengah.

Sejumlah peserta telah tercatat mengikuti lomba membatik berasal dari Brebes, Kendal, Tegal, Surakarta, Blora, Semarang, Sragen, Purwodadi, Wonogiri, Rembang, Pemalang, Batang, dan Kabupaten Pekalongan.

Nurhayati yang didampingi Juru Bicara Museum Batik Pekalongan Hery itu, mengatakan untuk kategori pelajar tingkat SMA/SMK/MA, peserta terlebih dahulu mengikuti proses seleksi desain.

"Desain yang dibuat di atas kertas dikirimkan kepada panitia untuk dikurasi sebelum peserta mengikuti perlombaan. Kami berharap batik tidak hanya dipakai saja tetapi juga terus dilestarikan dan bisa dibuat oleh generasi muda," katanya.

Pengunjung Museum Batik Pekalongan, Risma, mengaku baru pertama kali datang ke Kota Pekalongan sekaligus mengunjungi Museum Batik.

"Ya, saya melihat beragam koleksi batik sekaligus mencoba aktivitas membatik yang tersedia di museum. Batik ternyata banyak macamnya dan saya juga mencoba membuat batik sendiri, jadi lebih terasa khas," katanya.

Baca juga: Museum Batik Pekalongan menampilkan 15 karya batik hasil kurasi



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026