Logo Header Antaranews Jateng

Wawali Surakarta tinjau Puskeswan, dorong sterilisasi dan cegah penyakit hewan

Senin, 28 September 2026 14:51 WIB
Image Print
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani berbincang dental warga saat monitoring ke Puskeswan Solo, Jawa Tengah, Senin (28/9/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta meninjau Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang berada di bawah naungan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispangtan), sekaligus mendorong sterilisasi dan mencegah penyakit pada hewan.

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani di sela monitoring di Puskeswan Surakarta, Jawa Tengah, Senin mengatakan ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan hewan di kawasan perkotaan sudah menjadi kebutuhan yang mendasar.

Fasilitas ini hadir sebagai respons atas tingginya kebutuhan masyarakat perkotaan yang memiliki hewan peliharaan.

Menurutnya, layanan di Puskeswan tidak hanya berfokus pada perawatan rutin, tetapi juga mencakup tindakan medis tingkat lanjut.

“Saya kira sudah sewajarnya jika di area perkotaan dengan banyaknya binatang peliharaan, kita sediakan fasilitas layanan kesehatan untuk masyarakat, yaitu Puskeswan. Fasilitas di sini sudah lengkap, mulai dari pemeriksaan umum, rawat jalan, vaksinasi, USG, hingga ruang perawatan khusus operasi,” katanya.

Astrid juga menyoroti soal pentingnya program sterilisasi hewan peliharaan maupun hewan liar. Kesadaran masyarakat dalam mengontrol populasi hewan dinilai vital agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan keluarga maupun pemukiman warga, khususnya dalam mengendalikan ledakan populasi kucing liar di Kota Surakarta.

“Pengendalian jumlah kucing liar yang semakin banyak di Kota Surakarta ini penting. Mudah-mudahan ini jadi perhatian seluruh elemen masyarakat. Jika ada binatang peliharaan temuan yang ingin dirawat, bisa dibawa ke Puskeswan ini,” tambahnya.

Mengenai kasus medis yang paling sering ditangani, ia mengungkapkan keluhan penyakit kulit pada hewan menjadi salah satu yang mendominasi. Kondisi ini memerlukan penanganan serius karena berpotensi menular ke hewan lain maupun manusia (zoonosis), terutama jika di rumah terdapat anak-anak. Selain itu, masalah pencernaan dan pemberian vaksin pencegahan juga menjadi fokus pelayanan harian.

Melihat tingginya antusiasme dan antrean warga, termasuk pelaksanaan tujuh tindakan operasi steril dalam sehari, Pemkot Surakarta membuka peluang untuk melakukan evaluasi peningkatan kapasitas layanan di masa mendatang.

“Kami akan melihat sesuai kebutuhan masyarakat. Hari ini antrean masih ramai sampai siang. Jika permintaan terus meningkat, Pemkot Surakarta akan mempertimbangkan penambahan daya tampung maupun peningkatan fasilitas Puskeswan,” katanya.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026