Logo Header Antaranews Jateng

PPK Ormawa PRISMA UMS gelar KIAD, perkuat kesiapsiagaan ibu hadapi diare pada anak

Sabtu, 5 September 2026 15:01 WIB
Image Print
Tim PPK Ormawa PRISMA UMS Perkenalkan Pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media edukasi kesehatan yang interaktif. ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) PRISMA Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) 2026 bersama Lembaga SIGAP menggelar program Kelas Ibu Atasi Diare (KIAD) di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut membekali 40 ibu rumah tangga dengan pengetahuan dan keterampilan penanganan awal diare serta dehidrasi pada anak. Tim juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media edukasi kesehatan yang interaktif.

Melalui program tersebut, Tim PPK Ormawa PRISMA UMS mendorong para ibu untuk menjadi garda terdepan dalam keluarga dalam mendeteksi gejala awal diare dan memberikan pertolongan pertama sebelum kondisi anak berkembang menjadi dehidrasi yang lebih berat.

Ketua Pelaksana KIAD Rengga Prayoga menjelaskan program tersebut dirancang untuk menjawab tantangan kesehatan anak di tingkat keluarga. Menurutnya, kemampuan orang tua dalam mengenali dan menangani gejala awal menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah risiko dehidrasi.

“Kami berharap peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langkah penanganan diare secara mandiri sehingga risiko dehidrasi berat pada anak dapat dicegah sedini mungkin,” ujarnya, Sabtu.

Melalui sinergi antara edukasi teori, praktik mandiri, inovasi alat tepat guna, dan pemanfaatan teknologi AR, PPK Ormawa PRISMA UMS berharap masyarakat Desa Blimbing semakin siap melakukan pencegahan dan penanganan awal diare pada anak.

Bidan Desa Blimbing Nurhayanti turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menekankan kasus diare pada anak dapat dicegah melalui penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten di lingkungan keluarga.

Ia mengimbau para ibu untuk memperhatikan kebersihan makanan dan air minum serta membiasakan anak mencuci tangan dengan benar. Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam KIAD perlu terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum mengikuti sesi utama, peserta terlebih dahulu mengerjakan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal terkait diare dan dehidrasi. Tim kemudian memberikan materi mengenai penyebab diare, tanda-tanda dehidrasi, langkah penanganan awal di rumah, serta upaya pencegahan melalui penerapan PHBS.

Tim PPK Ormawa PRISMA UMS tidak hanya memberikan materi secara teoritis. Peserta juga mengikuti sejumlah simulasi dan praktik langsung agar mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh.

Pada sesi demonstrasi pembuatan oralit, D. Clarita Selly Agatha dan Alfia Azzahra dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS mendampingi peserta mempraktikkan pembuatan larutan rehidrasi menggunakan bahan yang mudah ditemukan di rumah.

Para peserta juga mengikuti simulasi enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Tim mahasiswa memperkenalkan inovasi alat tepat guna SEKAKI atau Cuci Tangan Pakai Kaki sebagai bagian dari upaya membiasakan praktik kebersihan yang lebih mudah diterapkan masyarakat.

Selain praktik kesehatan dasar, kegiatan tersebut juga memanfaatkan teknologi Augmented Reality. Melalui aplikasi AR yang dipandu oleh mahasiswa, peserta dapat melihat visualisasi mengenai dampak diare dan dehidrasi dalam bentuk tampilan tiga dimensi interaktif.

Pemanfaatan teknologi tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta sekaligus memperkenalkan pendekatan edukasi kesehatan yang lebih adaptif dan mudah dipahami masyarakat.

Setelah mengikuti seluruh rangkaian materi dan praktik, peserta mengerjakan post-test untuk mengukur perkembangan pemahaman mereka. Tim kemudian membagikan paket perlengkapan sanitasi dan rehidrasi yang berisi sabun cuci tangan, sachet oralit, serta leaflet panduan kesehatan.

Program KIAD yang dilaksanakan pada Selasa (26/8/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa UMS dalam menghadirkan inovasi dan pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada kebutuhan di tingkat keluarga. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi dan kesiapsiagaan dalam menjaga kesehatan anak.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026