
Pemkot Pekalongan siagakan suplai air bersih untuk daerah terdampak kekeringan

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah, menyiagakan suplai air bersih kepada warga terdampak kekeringan akibat kemarau panjang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Budi Suheryanto di Pekalongan, Jumat, mengatakan langkah antisipasi dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami penurunan ketersediaan air.
"Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung pada September 2026. Saat ini kami siagakan suplai air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga," katanya.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada September 2026 masih didominasi kondisi panas dan kering dengan sifat hujan kategori bawah normal.
Kondisi tersebut, kata dia, juga meningkatkan potensi kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah.
"Untuk September 2026, berdasarkan rilis BMKG, sebagian besar wilayah Jawa Tengah mengalami puncak hingga kelanjutan musim kemarau. Sifat hujan bulanan diprediksi bawah normal, sekitar 0-20 milimeter," katanya.
Didampingi Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Joko Nugroho, ia mengatakan untuk Kota Pekalongan masuk dalam wilayah dengan prediksi curah hujan kategori bawah normal.
Kondisi tersebut diperkirakan pada September 2026 berpotensi lebih kering dibandingkan Agustus yang masih sempat terjadi hujan meskipun tidak merata.
Ia menyebutkan sejumlah wilayah rawan kekeringan, seperti Kelurahan Panjang Wetan, Kandang Panjang, Panjang Baru, Padukuhan Kraton, dan Pasirkratonkramat.
"Kami berkoordinasi dengan Perumda Tirta Yasa dan Polres. Armada BPBD juga standby untuk mendukung suplai air bersih ke kelurahan-kelurahan yang terindikasi sumber air tanahnya mulai berkurang," katanya.
Baca juga: Pemkot Pekalongan dorong para pelaku UMKM untuk memperkuat usaha
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
