Logo Header Antaranews Jateng

UMKM Banyumas Raya berhasil tembus pasar ekspor lewat KKI 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 12:46 WIB
Image Print
Salah satu stan UMKM Banyumas Raya dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia di Jakarta, 21-23 Agustus 2026. (ANTARA/HO-KPwBI Purwokerto)

Purwokerto (ANTARA) - Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari wilayah Banyumas Raya berhasil membuka peluang pasar ekspor melalui keikutsertaan dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia di Jakarta pada 20-23 Agustus.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto Aswin Gantina di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa, mengatakan hasil business matching dalam KKI 2026 mencatat potensi transaksi ekspor UMKM Banyumas Raya sebesar 26 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp460 juta.

“Capaian UMKM Banyumas Raya (Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara) pada KKI 2026 menunjukkan bahwa produk unggulan daerah memiliki kualitas dan potensi pasar yang semakin luas,” katanya.

Menurut dia, potensi transaksi ekspor tersebut berasal dari pembeli di Afrika dan Singapura.

Selain itu, kata dia, buyer dari Amerika Serikat menunjukkan ketertarikan terhadap produk UMKM Abon Koki yang ditindaklanjuti dengan pengiriman sampel produk.

“Banyumas Raya turut mengambil bagian dalam KKI 2026 melalui UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto yang mengikuti lima kategori, yakni Rumah Nusantara, Wastra Nusantara, Laras Nusantara, Cangkir Nusantara, dan Camilan Nusantara,” katanya.

Ia mengatakan kategori Rumah Nusantara diikuti Benang Mas, Kharisma Kerang, dan D&D Craft. Sementara kategori Wastra dan Laras Nusantara diwakili Pringmas, DK Gallery, serta Martadiredja.

Selanjutnya untuk kategori Cangkir Nusantara, Banyumas Raya diwakili Koperasi Pageland/Kasmaran, sedangkan kategori Camilan Nusantara diikuti Bunga Palm, Wins Brown Sugar, dan Abon Koki.

“Selain membuka peluang ekspor, keikutsertaan dalam KKI 2026 juga menghasilkan transaksi penjualan. Produk Banyumas Raya pada kategori Laras Nusantara mencatat penjualan Rp131,35 juta melalui Batik Martadiredja dan DK Fashion,” katanya.

Sementara itu, kata dia, kategori Wastra Nusantara mencatat penjualan Rp80,10 juta melalui Batik Pringmas.

Selanjutnya produk UMKM pada kategori home decor, Cangkir Nusantara, dan Camilan Nusantara juga menjangkau konsumen lebih luas selama penyelenggaraan KKI 2026.

Ia menilai capaian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat inovasi, jejaring, dan akses pasar UMKM Banyumas Raya.

“Melalui perluasan pasar, terbukanya peluang ekspor dan prestasi yang diraih menjadi momentum untuk terus memperkuat inovasi, jejaring, dan akses pasar UMKM Banyumas Raya,” katanya.

Menurut dia, Fadhluloh Bilal Chibran yang merupakan perwakilan Banyumas Raya juga meraih Juara Favorit 2 dalam kompetisi Cangkir Barista.

Secara nasional, kata dia, KKI 2026 mencatat penjualan sementara Rp144,2 miliar hingga 22 Agustus 2026 atau meningkat 46 persen dibandingkan capaian 2025.

“Business matching ekspor mencapai Rp169,9 miliar, melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara,” kata Aswin

Baca juga: 40 UMKM wilayah Banyumas Raya tampil di Karya Kreatif Indonesia 2026 di Jakarta



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026