Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Batang memfasilitasi beasiswa pelajar kuliah gratis ke Tiongkok

Rabu, 19 Agustus 2026 12:54 WIB
Image Print
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Batang Bagus Pambudi. (ANTARA/Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menggandeng International Trans Education Association (ITEA) memfasilitasi beasiswa kuliah gratis kepada para pelajar ke Tiongkok guna memperluas akses pendidikan internasional sekaligus mendongkrak nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Batang Bagus Pambudi di Batang, Rabu, mengatakan bahwa langkah strategis ini diambil seiring berdirinya Kawasan Industri Terpadu (KIT) yang mendatangkan berbagai penanaman modal asing.

"Kita harus akui Batang itu sudah menjadi Global Value Chain, maksudnya sudah menjadi rantai pasok industri global. Yang kita tawarkan tidak hanya lokasi yang strategis namun juga menyiapkan SDM yang kompeten," katanya.

Ia menilai penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten menjadi kunci utama untuk menjawab tantangan industri global.

Karena itu, kata dia, melalui program kolaborasi ini, para pelajar berkesempatan mendapatkan fasilitas kuliah gratis dan akomodasi tempat tinggal gratis di Tiongkok.

Ia yang didampingi Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Eni Triwiyant mengatakan para peserta yang lolos seleksi hanya perlu menanggung biaya hidup harian yang tergolong terjangkau.

"Pelajar yang lolos seleksi cukup membayar living cost, biaya kehidupan di sana yang nominalnya sekitar Rp2 juta untuk satu orang per bulan. Kalau dibandingkan dengan biaya pendidikan di kota besar Indonesia, itu bisa jadi hampir sama atau lebih murah," katanya.

Ia mengatakan pihaknya tidak hanya mengandalkan fasilitas dari ITEA namun juga menyiapkan dana stimulan untuk memfasilitasi keberangkatan 10 orang calon mahasiswa berprestasi yang telah lolos seleksi perguruan tinggi dari masyarakat kurang mampu.

Dana stimulan tersebut seperti biaya pendampingan, biaya medical check up, serta biaya pengurusan visa dan paspor.

"Meski penerima insentif dari Pemkab Batang hanya sebanyak 10 orang tetapi kuota keberangkatan pada dasarnya tidak dibatasi oleh pihak penyelenggara.

Pelajar yang lolos seleksi perguruan tinggi di Tiongkok tetap dapat berangkat secara mandiri," katanya.

Ia menambahkan program ini akan mulai dilaksanakan pada 2027 dengan target pemberangkatan tahun pertama sebanyak 30 orang namun semakin banyak yang dapat diterima di perguruan tinggi China dengan skema beasiswa ini tentu lebih bagus.


Baca juga: Pemkab - DPRD Batang sepakat 70 persen anggaran P-APBD untuk infrastruktur



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026