
Pemkot Pekalongan survei 420 rumah tangga cegah penyakit berbasis lingkungan

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, melakukan survei pada 420 rumah tangga sebagai upaya mencegah penyakit berbasis lingkungan melalui surveilans kualitas air minum, udara dalam ruang, dan pangan di rumah tangga.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Puji Winarni, di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan bersama tim puskesmas di masing-masing wilayah untuk memperoleh gambaran kondisi kesehatan di lingkungan mastarakat.
"Sebanyak 420 rumah tangga menjadi sasaran pemeriksaan untuk memperoleh gambaran kondisi kesehatan lingkungan masyarakat. Kami melakukan pemeriksaan kualitas air minum rumah tangga, kualitas udara dalam ruang, serta kualitas pangan yang dikonsumsi keluarga," katanya.
Selain itu, kata dia, juga dilakukan surveilans kualitas udara dalam ruang seperti pencahayaan, suhu, kelembapan, laju udara, serta kualitas pangan di rumah tangga,
Ia yang didampingi Sekretaris Muda Maysaroh mengatakan kegiatan itu bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas air, udara, dan pangan di lingkungan tempat tinggal masyarakat sebagai dasar pengendalian penyakit yang dapat ditimbulkan dari faktor-faktor tersebut.
Menurut dia, berbagai penyakit dapat dipicu oleh kualitas lingkungan yang kurang baik sehingga hasil surveilans diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan langkah pencegahan sekaligus evaluasi terhadap berbagai program peningkatan kesehatan lingkungan yang telah dilakukan.
Pada 2026, kata dia, setiap puskesmas menargetkan pemeriksaan terhadap 30 rumah tangga sehingga secara keseluruhan terdapat 420 rumah tangga yang menjadi sampel.
"Penentuan lokasi dilakukan menggunakan metode acak melalui aplikasi khusus sehingga seluruh rumah tangga memiliki peluang yang sama untuk terpilih," katanya.
Ia mengatakan pelaksanaan surveilans tersebut ditargetkan selesai akhir Agustus 2026 dan selanjutnya, hasil pemeriksaan akan dianalisis dan dievaluasi pada Oktober 2026 hingga paling lambat November 2026 sebelum disampaikan kepada pihak-pihak terkait sebagai bahan pengambilan kebijakan.
"Kami berharap capaian kualitas lingkungan pada tahun ini mengalami peningkatan. Berdasarkan data tahun lalu, persentase kualitas air minum rumah tangga yang memenuhi syarat aman dikonsumsi baru mencapai sekitar 32 persen sehingga masih terdapat lebih dari 70 persen rumah tangga dengan kualitas air minum yang belum memenuhi standar," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
