
Dinkes Purbalingga melibatkan lintas sektor sukseskan BIAS 2026

Purbalingga (ANTARA) - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor untuk menyukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 yang mulai berlangsung sejak 3 Agustus.
Penanggung Jawab Program Imunisasi Kabupaten Purbalingga Novita, di Purbalingga, Kamis, mengatakan pelaksanaan BIAS dibagi menjadi dua tahap, yakni 3-15 Agustus sebagai pelaksanaan utama dan 18-31 Agustus untuk sweeping, dengan target sedikitnya 94 persen anak sasaran memperoleh imunisasi.
"Pelaksanaan BIAS dimulai tanggal 3 Agustus sampai 15 Agustus sebagai tahap pelaksanaan. Selanjutnya pada 18-31 Agustus dilakukan sweeping untuk anak-anak yang belum sempat diimunisasi karena sakit, berhalangan hadir, atau alasan lainnya," katanya.
Ia mengatakan BIAS Agustus 2026 memberikan dua jenis vaksin, yakni Measles Rubella (MR) bagi seluruh siswa kelas 1 SD atau sederajat serta Human Papillomavirus (HPV) bagi siswi kelas 5 SD atau sederajat.
Menurut dia, sasaran vaksin MR mencapai 11.784 anak, sedangkan sasaran vaksin HPV sebanyak 7.835 siswi.
Dalam hal ini, DinkesPPKB Kabupaten Purbalingga menargetkan cakupan pelaksanaan mencapai 98 persen dengan sedikitnya 94 persen sasaran berhasil diimunisasi.
Hingga Kamis (6/8), capaian pelaksanaan BIAS di Purbalingga diperkirakan mencapai sekitar 18,9 persen dari total sasaran karena masih ada satu puskesmas yang belum memulai pelayanan akibat padatnya kegiatan.
Lebih lanjut, Novita memastikan ketersediaan vaksin mencukupi karena telah dialokasikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Seluruh vaksin juga disimpan sesuai standar rantai dingin pada suhu 2-8 derajat Celcius, baik di tingkat kabupaten maupun puskesmas,” katanya.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, kata dia, DinkesPPKB menggelar rapat koordinasi lintas sektor pada 28 Juli 2026 dengan melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Kementerian Agama, serta koordinator wilayah kecamatan.
Menurut dia, koordinasi tersebut bertujuan menyamakan komitmen seluruh pihak agar mendukung pelaksanaan imunisasi di sekolah.
Selain itu, DinkesPPKB juga memberikan penyegaran kepada petugas imunisasi dari 23 puskesmas pada 30 Juli 2026 mengenai teknis pelaksanaan vaksinasi.
Terkait kemungkinan penolakan dari orang tua siswa, pihaknya mengedepankan pendekatan edukatif.
Dalam hal ini, tahap sweeping dimanfaatkan untuk memberikan penjelasan kepada orang tua yang masih ragu terhadap manfaat maupun keamanan vaksin.
“Apabila penolakan berkaitan dengan keyakinan tertentu, DinkesPPKB akan berkoordinasi dengan pihak sekolah, Kantor Kementerian Agama, penyuluh agama, dan Dinas Pendidikan untuk melakukan pendekatan sehingga orang tua memperoleh informasi yang benar mengenai pentingnya imunisasi,” katanya.
Novita mengharapkan kolaborasi lintas sektor dapat meningkatkan cakupan imunisasi dan memastikan seluruh anak sasaran memperoleh perlindungan optimal dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Baca juga: BI Siap Dukung Digitalisasi UMKM di Purbalingga
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
