Logo Header Antaranews Jateng

Gubernur Jateng sampaikan duka cita atas berpulangnya Ali Khamenei

Kamis, 23 Juli 2026 14:58 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, di Semarang, Rabu (22/7/2026). (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, saat menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi.

Dalam kunjungan yang berlangsung di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Rabu, ia juga meneruskan pesan perdamaian dari Presiden Prabowo Subianto dan warga Jateng untuk menyikapi konflik di Timur Tengah.

"Saya sebagai Gubernur Jawa Tengah mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya pimpinan tertinggi Iran yaitu Ali Khamenei, semoga beliau husnul khotimah. Kita doakan semoga konflik di Iran segera selesai," katanya.

Diketahui, konflik di Iran telah membawa dampak yang luar biasa bagi negara-negara lain di dunia, termasuk juga dirasakan secara tidak langsung oleh Jateng dan Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

"Dalam pertemuan ini kami juga menyampaikan pesan perdamaian dari Presiden RI Prabowo Subianto dan seluruh masyarakat Jawa Tengah, secara khusus kepada Iran dan negara-negara Timur Tengah pada umumnya," katanya.

Menanggapi hal itu, Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi berterima kasih atas ucapan belasungkawa yang disampaikan oleh Gubernur Ahmad Luthfi, juga pesan perdamaian dari Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengakui bahwa selama konflik yang pecah di Iran, banyak pesan dan dukungan yang masuk ke Kedutaan Besar Iran.

Termasuk, pesan dari masyarakat Jateng yang senantiasa memberikan dukungan kepada Iran dalam perjuangannya melawan agresi militer tersebut.

Pesan itu dikirim dengan berbagai cara, baik menggunakan surat maupun lainnya.

Selama masa perang ini, khususnya perang akhir-akhir ini, ia mendapatkan banyak pesan dari masyarakat Indonesia khususnya Jateng dan Semarang.

Bahkan, ia mengaku baru bisa membaca pesan-pesan tersebut sebagian, karena lebih dari ribuan jumlahnya, dan menjadi tugasnya untuk menyampaikan terima kasih.

Ia menjelaskan bahwa hubungan antara Iran dan Indonesia serta Jawa Tengah sudah terjalin sangat lama, dan sejak 2016 hubungan itu sempat terpengaruh dengan intervensi dan sanksi sepihak dari Amerika kepada Iran.

Hal itu membatasi hubungan Iran-Indonesia sehingga tidak maksimal meskipun keduanya punya hubungan secara politik, sosial, dan kebudayaan yang kuat.

Boroujerdi berharap setelah perang ini selesai semoga potensi yang dimiliki oleh kedua negara tersebut semakin bisa dimanfaatkan untuk kerja sama, sebab kedua negara memiliki potensi yang bisa saling melengkapi.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026