Logo Header Antaranews Jateng

ICMI: Implementasi PP 28/2024 menjaga daya saing petani tembakau

Rabu, 22 Juli 2026 14:27 WIB
Image Print
Ketua ICMI Orda Kabupaten Temanggung Mahsun berbicara pada wartawan di Temanggung, Selasa (21/7/2026) ANTARA/Heru Suyitno

Temanggung (ANTARA) - Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah Kabupaten Temanggung menyatakan implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 yang dilakukan secara seimbang akan menjaga keberlanjutan ekonomi petani tembakau melalui penguatan kualitas dan daya saing komoditas unggulan daerah.

Ketua ICMI Orda Kabupaten Temanggung Mahsun di Temanggung, Selasa, mengatakan penerapan ketentuan mengenai kadar tar dan nikotin pada produk rokok perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap petani tembakau yang selama ini menggantungkan mata pencaharian pada sektor tersebut.

"Implementasi ketentuan dalam PP Nomor 28 Tahun 2024 hendaknya dilakukan secara bijaksana agar tidak merugikan masyarakat petani. Keberlangsungan ekonomi dan kesejahteraan petani perlu tetap menjadi perhatian," katanya usai pelantikan ICMI Orda Kabupaten Temanggung periode 2026-2031 di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung.

Menurut dia, kebijakan yang dijalankan pemerintah diharapkan mampu mencapai tujuan perlindungan kesehatan masyarakat tanpa mengurangi keberlangsungan usaha para petani.

Mahsun mengatakan, peningkatan daya saing tembakau menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah berbagai perubahan kebijakan pada industri hasil tembakau.

Oleh karena itu, ICMI Orda Kabupaten Temanggung mendorong upaya pemurnian serta peningkatan mutu tembakau agar memiliki kualitas yang semakin baik, mampu memenuhi kebutuhan industri, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani.

Menurut dia, peningkatan kualitas komoditas merupakan strategi jangka panjang agar tembakau Temanggung tetap memiliki posisi kompetitif sebagai salah satu komoditas unggulan nasional sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Ia berharap pemerintah terus membuka ruang dialog dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk petani, dalam pelaksanaan kebijakan yang berkaitan dengan industri hasil tembakau.

"Dengan demikian, regulasi yang diterapkan dapat berjalan efektif untuk mendukung tujuan kesehatan masyarakat sekaligus menjaga aspek sosial, ekonomi, dan keberlanjutan mata pencaharian petani tembakau," katanya.

Kabupaten Temanggung merupakan salah satu sentra produksi tembakau nasional yang menjadi sumber penghidupan bagi banyak petani serta menggerakkan aktivitas ekonomi di sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan di daerah tersebut. 

Pendekatan kebijakan yang memperhatikan keseimbangan antara aspek kesehatan dan keberlanjutan ekonomi dinilai penting untuk menjaga kontribusi komoditas tembakau terhadap perekonomian daerah.

Baca juga: Temanggung perkuat layanan perizinan dan kemitraan usaha



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026