Logo Header Antaranews Jateng

Jalan Nordik di Semarang makin diminati, manfaatnya kian dirasakan

Minggu, 19 Juli 2026 12:14 WIB
Image Print
Pemotongan tumpeng pada HUT Ke-3 KJNI Kota Semarang di Wisma Perdamaian Semarang, 19 Juli 2026. Dok. KJNI Kota Semarang. (dok)

Semarang (ANTARA) - Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Kota Semarang terus bergerak aktif memasyarakatkan jalan kaki berpenopang dua tongkat khusus ini. Olahraga asal Finlandia ini menyimpan segudang manfaat medis, mulai dari mengoreksi postur tubuh yang miring hingga membakar kalori jauh lebih efisien dibanding jalan kaki biasa.

Beragam manfaat itu diungkapkan langsung oleh Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) KJNI Kota Semarang Zaenal Achmad Djohan, di sela-sela perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 KJNI Kota Semarang yang digelar di Wisma Perdamaian Semarang, Minggu, 19 Juli 2026.

Menurut Zaenal, hingga saat ini masih ada miskonsepsi di tengah masyarakat mengenai olahraga jalan nordik.

“Masih ada anggapan bahwa orang yang jalan nordik ini adalah orang yang baru sembuh dari sakit, padahal tidak. Pemahaman mengenai manfaat tongkat ini memang masih minim karena olahraganya terhitung baru di sini, baru sekitar 3 tahunan,” ungkap Zaenal.

Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, Zaenal menjelaskan bahwa jalan nordik efektif memperbaiki ketidakseimbangan otot tubuh. Aktivitas sehari-hari yang dominan menggunakan satu sisi tangan sering kali membuat otot sisi lainnya lebih kecil sehingga posisi pundak menjadi miring.

“Ini hanya bisa dikoreksi dengan jalan nordik. Dengan menyamakan tinggi kedua tongkat dan berjalan secara rutin, postur tubuh yang tidak seimbang bisa kembali normal (terkoreksi),” jelasnya.

Selain itu, olahraga ini dinilai sangat aman karena menjaga stabilitas tubuh dan meminimalkan risiko terjatuh. Jalan nordik juga melibatkan hingga 90 persen otot tubuh untuk bekerja.

Jalan nordik ini membakar kalori 30 persen lebih banyak. Sangat cepat untuk menurunkan berat badan. Ada anggota kami, Pak Martono, baru latihan 3 bulan sudah berhasil turun 12 kilogram,” bebernya.

Bermanfaat Pula bagi Anak Muda
Tak hanya untuk lansia, Zaenal menegaskan olahraga ini juga sangat bermanfaat bagi anak muda, terutama para pencinta alam atau pendaki gunung.

Atas dasar manfaat tersebut, Zaenal berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih.
“Harapannya bisa masuk ke program rumah sakit karena sangat bermanfaat untuk pemulihan, dan syukur-syukur bisa diajarkan di sekolah-sekolah agar lebih tersosialisasi,” ujarnya.

Bukan Olahraga Eksklusif
ementara itu, Ketua Penyelenggara HUT ke-3 KJNI Kota Semarang Sudewi Metianing Suranto, mengungkapkan bahwa perayaan HUT ke-3 ini sengaja digelar untuk memperluas jangkauan dan mengenalkan olahraga ini ke lapisan masyarakat yang lebih luas.

Ia tidak menampik bahwa jalan nordik kerap kali dianggap sebagai olahraga eksklusif atau mahal karena memerlukan modal untuk membeli sepasang tongkat khusus. Namun, pihak komunitas memiliki cara unik untuk menyiasatinya.


“Memang kelihatannya eksklusif karena harus modal tongkat. Tapi untuk menarik anggota, kami yang senang ini ‘mengalah’ dulu. Saya beli 10 stick tunai, lalu silakan anggota baru mengangsur 3 sampai 5 kali. Alhamdulillah, sekarang anggota di Kota Semarang sudah hampir 400 orang,” ungkap Sudewi.

Sudewi menyebut saat ini KJNI Kota Semarang menaungi lima kelompok latihan yakni kelompok Harmoni di Masjid Agung, Kelompok Merbau di Banyumanik, Kelompok Plamongan di Pedurungan, kelompok Serasi di Ungaran, dan Kelompok Abinaya di Sultan Agung.

Ia menegaskan bahwa olahraga ini tidak memiliki batasan usia dan strata sosial. Di Semarang, anggota tertua bahkan mencapai usia 83 tahun, sementara yang termuda berada di kisaran usia 45 tahun.

“Biaya iuran kas sosial bulanan pun sangat terjangkau, hanya berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000 sesuai kesepakatan kelompok saja,” sebutnya.

Meskipun terlihat mudah, jalan nordik memiliki teknik dan teori tersendiri. Posisi badan harus tegak, dan pergerakan tongkat harus bersilangan secara natural dengan langkah kaki yakni kaki kanan bersamaan dengan tongkat kiri, dan sebaliknya.

“Olahraga ini santai tapi berat. Setiap anggota baru pasti akan saya latih dan tungguin khusus agar jalannya tidak kaku dan tetap nyaman,” tuturnya.

Agenda terdekat, KJNI Kota Semarang bersiap menyambut gelaran HUT KJNI se-Indonesia yang akan dilaksanakan pada 27 September mendatang di Candi Prambanan, Jawa Tengah. Selain itu, Jawa Tengah—khususnya Kota Semarang—juga digadang-gadang akan menjadi tuan rumah gelaran nasional tersebut pada tahun depan.

Juara Lomba LD
Pada peringatan HUT tersebut juga digelar lomba lane dance dengan pemenang sebagai berikut :

Juara 1 : KJN Ungaran Serasi
Juara 2 : KJN Abhinaya
Juara 3 : KJN Merbau
Harapan 1 : KJN Plamongan
Harapan 2 : KJN Harmoni
***



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026