
Peringatan Harganas, BPJS Ketenagakerjaan beri kepastian bagi keluarga lewat manfaat JKM

Solo (ANTARA) - Pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (14/7), BPJS Ketenagakerjaan memberikan kepastian perlindungan sosial bagi keluarga lewat manfaat program jaminan kematian (JKM).
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta Dian Agung Senoaji mengatakan peringatan tersebut menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi setiap pekerja, termasuk para Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) yang telah berkontribusi besar dalam mendampingi masyarakat.
Saat ini, sebanyak 690 Kader PPKBD dari 54 kelurahan di Kota Surakarta telah menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sejak September 2024. Kepesertaan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam memberikan perlindungan terhadap risiko sosial yang dapat terjadi selama mereka menjalankan aktivitasnya.
Hingga saat ini, sebanyak 12 Kader PPKBD yang menjadi peserta aktif telah meninggal dunia dan BPJS Ketenagakerjaan telah menyerahkan manfaat Jaminan Kematian (JKM) kepada para ahli waris dengan total nilai klaim mencapai Rp504 juta. Santunan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan serta memberikan kepastian perlindungan bagi para pekerja dan keluarganya.
“Hari ini kami secara simbolis menyerahkan manfaat Jaminan Kematian kepada ahli waris almarhumah Ibu Padmini dan almarhumah Ibu Marini, masing-masing sebesar Rp42 juta. Kami berharap manfaat ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh keluarga yang ditinggalkan,” katanya.
Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan akan terus memperluas cakupan perlindungan bagi seluruh pekerja, baik formal maupun informal agar makin banyak masyarakat yang merasakan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Perlindungan bagi pekerja bukan hanya memberikan rasa aman bagi individu, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap ketahanan dan kesejahteraan keluarga Indonesia,” katanya.
Terkait acara tersebut, Pemerintah Kota Surakarta menegaskan pentingnya keterlibatan aktif sosok ayah dalam pengasuhan anak demi menciptakan ketahanan keluarga dan membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di masa depan.
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menegaskan kehadiran seorang ayah merupakan kunci dalam membangun keluarga berkualitas sekaligus mencetak generasi yang sehat, tangguh, dan unggul.
Pada talkshow tersebut, Astrid bersama dengan suaminya Poernomo Warasto dan dr spesialis anak Hari Wahyu Nugroho bertindak sebagai narasumber.
“Ayah harus hadir dalam membangun keutuhan dan ketahanan keluarga. Sosok ayah berperan sebagai penyeimbang,” kata Astrid.
Ia menambahkan meski ada perbedaan gaya pengasuhan antara ayah dan ibu, perbedaan tersebut justru harus saling melengkapi melalui kompromi demi tumbuh kembang anak yang optimal.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
