Logo Header Antaranews Jateng

Pemprov Jateng memperkuat peran KIM lawan hoaks

Kamis, 16 Juli 2026 08:10 WIB
Image Print
Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Digital Jateng Lilik Henry Ristanto. ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memperkuat peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) sebagai mitra strategis dalam melawan hoaks melalui pendekatan yang lebih humanis dan berbasis komunitas.

Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Digital Jateng Lilik Henry Ristanto, di Semarang, Rabu, mengatakan bahwa tantangan penyebaran informasi saat ini semakin kompleks.

Hal itu disampaikannya dalam Workshop FK Metra dan KIM bertema "Strategi Optimalisasi Peran KIM dan FK Metra: Kiat Kreatif, Mandiri, dan Berdampak bagi Masyarakat".

Menurut dia, masyarakat tidak hanya dihadapkan pada informasi yang salah, tetapi juga persepsi kebenaran yang terbentuk dari informasi keliru yang terus diulang.

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membuat penyebaran hoaks dan disinformasi kian sulit dibendung.

Bahkan, kehadiran teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat masyarakat semakin kesulitan membedakan antara informasi yang benar dan yang telah dimanipulasi.

Ia menilai keberadaan FK Metra dan KIM justru semakin penting karena keduanya memiliki kekuatan dalam membangun hubungan kemanusiaan dan kedekatan emosional dengan masyarakat, sesuatu yang belum dapat digantikan oleh teknologi AI.

"Maka, peran KIM dan FK Metra hari-hari ini juga semakin menantang, mengambil dari sisi-sisi humanis yang tidak bisa diambil oleh AI karena basisnya komunitas, basis media tradisional dan seni pertunjukan," katanya.

Penguatan kapasitas bagi para pegiat KIM dan FK Metra perlu terus dilakukan agar pesan-pesan yang disampaikan kepada masyarakat dapat diterima secara efektif, sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing kelompok sasaran.

Karena kedekatannya dengan masyarakat, lanjut dia, FK Metra dan KIM diharapkan tetap menjadi pilar penting dalam penyebarluasan informasi, sekaligus garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari berbagai dampak negatif digitalisasi.

"Karena KIM ini bersatu dengan masyarakat, FK media tradisional juga berbasis pertunjukan, bersatu dengan masyarakat, harapannya pesan-pesan itu juga lebih dipercaya atau mudah sampai kepada komunikan," katanya.

Selain untuk menangkal hoaks, keberadaan FK Metra dan KIM juga dinilai strategis sebagai instrumen komunikasi publik dalam menyosialisasikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat.

"Termasuk juga program-program Pemprov Jawa Tengah ataupun kabupaten/ kota. Jadi KIM dan FK Metra menjadi salah satu instrumen bagaimana pemerintah menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat," kata Lilik.

Pengampu KIM dari Diskominfo Kabupaten Karanganyar Sopiyatun memaparkan berbagai peran strategis KIM, mulai dari diseminasi informasi berbasis komunitas, edukasi literasi digital dan media sosial, hingga promosi potensi desa, seperti UMKM, pariwisata, dan kebudayaan.

Ia menegaskan KIM harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, serta menjadi mitra pemerintah dalam menyebarluaskan informasi pembangunan dan potensi daerah.

"KIM harus berdampak. Peran KIM dibutuhkan sebagai mitra pemerintah dalam mendiseminasikan informasi seputar pembangunan, program, maupun promosi potensi daerah," katanya.

Baca juga: DLHK Jateng-BPI Batang bentuk kader konversi alam tingkat pemula



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026