Logo Header Antaranews Jateng

Semarang raih Penghargaan Kota Terandal di PAPTI Award 2026

Kamis, 16 Juli 2026 00:10 WIB
Image Print
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. (ANTARA/HO-Pemkot Semarang)

Semarang (ANTARA) - Kota Semarang, Jawa Tengah, sukses meraih gelar sebagai Kota Terandal dalam ajang PAPTI Award 2026 yang digelar oleh Perkumpulan Ahli Pengkaji Teknis Indonesia (PAPTI).

"Ini merupakan sebuah kehormatan bagi Pemerintah Kota Semarang menjadi tuan rumah welcome dinner PAPTI Award 2026," kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Semarang, Rabu.

Di bawah kepemimpinannya, Kota Semarang dinilai paling unggul mengalahkan sejumlah daerah lain yang masuk dalam nominasi ketat, yakni Kota Malang, Kota Tangerang dan Kabupaten Jember.

Menurut dia, strategi pengembangan Semarang sebagai kota perdagangan dan jasa yang bertumpu pada sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) untuk mendongkrak okupansi hotel dan perputaran bisnis kuliner masyarakat.

Langkah strategis itu ditargetkan mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) secara signifikan yang kemudian dikembalikan untuk pembangunan fasilitas publik.

"Kami sebagai kota perdagangan dan jasa sangat berharap bahwa acara-acara seperti ini yang akan beri dampak kepada warga Kota Semarang melalui pendapatan asli daerah dengan pajak hotel dan restoran," katanya.

Karena itu, ia juga mengingatkan jajarannya untuk memanfaatkan momentum perhelatan nasional yang dihadiri ratusan ahli konstruksi se-Indonesia ini sebagai mesin penggerak ekonomi lokal.

"Itulah pendapatan yang dapat digunakan untuk membangun warga kota Semarang," katanya.

Tak hanya berfokus pada ekonomi, ia menekankan upaya menangani tantangan geografis kompleks yang dihadapi Kota Semarang, mulai dari ancaman banjir, rob, hingga perubahan iklim di kawasan pesisir.

Ia menegaskan posisi pemerintah daerah yang terus bergerak cepat memperkuat infrastruktur pengendalian banjir secara terintegrasi.

Baginya, penghargaan Kota Terandal ini menjadi bukti nyata bahwa aspek keselamatan warga dan standardisasi kelaikan fungsi bangunan di bawah komitmennya telah berjalan di jalur yang tepat.

"Keberadaan para ahli pengkaji teknis bukan hanya sekedar memenuhi persyaratan administratif, melainkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan tata kelola bangunan gedung yang profesional, akuntabel, dan tentu saja yang paling utama adalah keselamatan masyarakat," pungkasnya.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026