
Kabupaten Wonosobo pastikan distribusi komoditas strategis berjalan baik

Wonosobo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo, Jawa Tengah, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terpadu untuk memastikan distribusi komoditas strategis berjalan dengan baik.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Wonosobo Lintang Esti Pramanasari, di Wonosobo, Rabu, mengatakan pelaksanaan monev merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam memastikan distribusi komoditas strategis berjalan dengan baik, sekaligus menjadi dasar penyusunan langkah antisipatif apabila ditemukan potensi permasalahan.
Kegiatan monev terpadu pada sektor bahan pokok penting, pupuk bersubsidi, serta tabung gas LPG 3 kilogram, di beberapa lokasi di Wonosobo, menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan, keterjangkauan harga, dan ketepatan sasaran distribusi kebutuhan masyarakat.
Ia menyebutkan, monev dibagi ke dalam tiga tim, yang diterjunkan ke sejumlah titik strategis guna memperoleh gambaran riil mengenai kondisi pasokan, distribusi, serta perkembangan harga di lapangan.
"Monev pada tiga sektor, yaitu kondisi dan ketersediaan bahan pokok penting, penyaluran dan realisasi penyerapan pupuk bersubsidi melalui Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), serta pengendalian harga dan pasokan tabung gas LPG 3 kilogram tahun anggaran 2026 dilaksanakan dalam rangka menjamin stabilitas pasokan, keterjangkauan harga, serta ketepatan sasaran penyaluran guna mendukung ketahanan pangan dan menjaga daya beli masyarakat," katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Kertek dan Pasar Induk Wonosobo, katanya, mayoritas komoditas bahan pokok mengalami kenaikan harga dibandingkan pekan sebelumnya yang sempat menunjukkan tren penurunan.
Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat seiring dimulainya tahun ajaran baru sekolah. Bertambahnya permintaan pasar menyebabkan sejumlah harga komoditas kembali mengalami penyesuaian setelah sebelumnya bergerak fluktuatif.
Secara umum, katanya, kenaikan harga masih berada pada tingkat yang relatif wajar dan pasokan berbagai kebutuhan pokok tetap tersedia. Pemerintah daerah memastikan kondisi tersebut akan terus dipantau secara berkala agar tidak berkembang menjadi gejolak yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar.
Ia menuturkan, salah satu komoditas yang menjadi perhatian dalam monev kali ini adalah daging sapi. Dari hasil pemantauan, harga daging sapi telah mencapai sekitar Rp150.000 per kilogram dan menunjukkan tren kenaikan secara berkelanjutan sejak Hari Raya Idul Fitri. Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa kenaikan harga dipicu oleh terbatasnya ketersediaan sapi siap potong di tingkat peternak, sehingga memengaruhi pasokan di pasar.
Menyikapi kondisi tersebut, katanya, Pemkab Wonosobo bersama instansi terkait akan melakukan koordinasi lebih lanjut untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjaga keseimbangan pasokan, mengantisipasi kelangkaan, serta menekan dampak kenaikan harga terhadap daya beli masyarakat.
Selain memantau perkembangan harga pangan, pemerintah juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyaluran pupuk bersubsidi melalui KP3. Pengawasan dilakukan untuk memastikan pupuk bersubsidi tersalurkan sesuai ketentuan dan benar-benar diterima oleh petani yang berhak.
Aspek yang menjadi fokus pemeriksaan meliputi legalitas dan administrasi penyalur, sarana serta sistem penyimpananpupuk, ketersediaan stok dan kesesuaian alokasi,administrasi penyaluran kepada petani, dan kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET).
Selain itu, juga memantau transparansi serta pelaporan distribusi, pengawasan terhadap potensi penyimpangan, dan identifikasi kendala beserta tindak lanjut penyelesaiannya.
Melalui monev terpadu ini, katanya, Pemkab Wonosobo menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok, menjamin kelancaran distribusi pupuk bersubsidi, serta memastikan ketersediaan LPG 3 kilogram bagi masyarakat. Hasil Monev akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan kebijakan lanjutan agar stabilitas ekonomi daerah, ketahanan pangan, dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
