Logo Header Antaranews Jateng

Polres Blora mengungkap dugaan penyalahgunaan elpiji bersubsidi

Rabu, 15 Juli 2026 11:18 WIB
Image Print
Ratusan tabung elpiji berbagai ukuran di lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan elpiji di Dukuh Nglencong, Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Selasa (14/7/2026). ANTARA/HO-Polres Blora.

Blora (ANTARA) - Kepolisian Resor Blora mengungkap dugaan penyalahgunaan elpiji bersubsidi 3 kilogram yang dipindahkan ke tabung elpiji nonsubsidi 12 kilogram di Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Blora AKP Zaenul Arifin di Blora, Rabu, mengatakan polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa tabung elpiji 3 kilogram, tabung elpiji nonsubsidi 12 kilogram, dua unit truk, enam sepeda motor, serta enam orang yang diduga terlibat.

"Barang bukti yang kami amankan mulai dari tabung elpiji berukuran 3 kilogram berwarna hijau dan tabung elpiji nonsubsidi 12 kilogram berwarna merah muda," katanya.

Zaenul mengatakan penggerebekan dilakukan di Desa Botoreco pada Selasa (14/7). Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pemilik maupun pihak lain yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.

"Untuk sementara belum bisa memberikan penjelasan secara detail. Laporan lengkapnya menyusul," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Nglencong Jadi mengatakan dirinya mengetahui adanya penggerebekan setelah mendapat informasi dari ketua RT setempat saat berada di sawah.

"Saya mewakili desa datang ke lokasi. Informasinya ada pengoplosan elpiji yang digerebek Polres Blora. Soal transaksinya saya tidak tahu," katanya.

Ia mengatakan ketika tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB pada Selasa (14/7), petugas kepolisian masih melakukan pemeriksaan dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Menurut dia, jumlah tabung elpiji yang diamankan diperkirakan lebih dari 100 buah, terdiri atas tabung elpiji bersubsidi 3 kilogram dan tabung elpiji nonsubsidi 12 kilogram.

"Kalau yang tiga kilogram tadi ada satu rit truk yang dibawa. Yang pink juga puluhan tabung. Modusnya, isi dari tabung 3 kilogram dimasukkan ke tabung 12 kilogram," katanya.

Selain tabung elpiji, kata dia, polisi juga mengamankan dua unit truk dan enam sepeda motor. Berdasarkan informasi yang diterimanya, lima hingga enam orang yang diamankan bukan merupakan warga Dukuh Nglencong.

Baca juga: Pemkab Blora segera mengoperasikan bus sekolah bantuan Kemenhub



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026