Logo Header Antaranews Jateng

Wagub Jateng mendukung lahan tidur di Banjarnegara jadi sentra pangan

Rabu, 15 Juli 2026 08:31 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (kiri) menanam jagung menggunakan corn seed planter dalam rangka pemanfaatan lahan tidur seluas 57 hektare di Desa Bandingan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (14/7/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Banjarnegara (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendukung pemanfaatan lahan tidur seluas 57 hektare di Desa Bandingan, Kabupaten Banjarnegara menjadi sentra pangan guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Pemanfaatan lahan milik Indonesia Power tersebut ditandai dengan penanaman jagung bersama yang melibatkan Santri Gayeng Nusantara (SGN), kelompok tani, dan sejumlah pemangku kepentingan di Banjarnegara, Selasa.

Lebih lanjut, Wagub mengatakan optimalisasi lahan yang selama ini belum tergarap merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif dan pemberdayaan masyarakat.

Menurut dia, kolaborasi antara SGN, kelompok tani, dan Indonesia Power tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian seperti jagung, tapi juga akan mengembangkan hortikultura, perikanan, serta peternakan dalam satu kawasan terpadu.

"Melalui kolaborasi ini, manfaatnya tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat," katanya.

Ia menilai keterlibatan SGN menunjukkan pesantren mampu mengambil peran lebih luas dalam pembangunan masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, juga sebagai motor penggerak ekonomi berbasis pertanian.

"Inilah bentuk pemberdayaan pesantren. Bukan hanya memberikan pendidikan keagamaan saja, tetapi juga pergerakan pertanian dan ekonomi," katanya menegaskan.

Ia mengatakan Jawa Tengah merupakan salah satu lumbung jagung nasional dengan produksi mencapai 3,721 juta ton pada 2025 atau menyumbang sekitar 17,02 persen terhadap produksi jagung nasional.

Capaian tersebut, lanjut dia, akan terus ditingkatkan melalui perluasan areal tanam dan kolaborasi dengan kelompok tani, kalangan santri, serta berbagai pemangku kepentingan.

Menurut dia, penguatan produksi jagung menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkokoh perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.

"Kalau ketahanan pangan kita siap, ekonomi enggak bisa digoyang, enggak bisa diintervensi oleh negara manapun," kata Taj Yasin.

Selain meningkatkan produksi pangan, kawasan tersebut dikembangkan dengan tetap mengedepankan aspek konservasi lingkungan.

Pepohonan yang telah tumbuh di lokasi dipertahankan sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan tanpa merusak ekosistem.

Ke depan, kawasan seluas 57 hektare itu akan dikembangkan menjadi Agro Eduwisata Religi yang memadukan pertanian, perkebunan, peternakan, wisata edukasi, dan kegiatan keagamaan, termasuk fasilitas manasik haji.

Ketua SGN Pusat Muhammad Chamzah Hasan mengatakan pengembangan kawasan tersebut berawal dari arahan Wakil Gubernur Jawa Tengah agar SGN menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut dia, SGN bersama Indonesia Power mengelola lahan seluas 57 hektare yang akan dimanfaatkan secara bertahap bersama kelompok tani.

"Santri Gayeng berada di depan sebagai fasilitator, tetapi yang merasakan manfaatnya adalah masyarakat, terutama kelompok tani. Dari masyarakat dan kembali untuk masyarakat," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah Himawan Wahyu mengatakan kawasan tersebut dikembangkan dengan konsep pertanian terintegrasi yang menggabungkan sektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, kehutanan, hingga wisata edukasi.

Selain jagung, lahan itu juga akan ditanami padi, cabai, kembang kol, dan terong.

"Pada sektor perkebunan akan dikembangkan tanaman multiguna seperti durian dan alpukat, sedangkan sektor peternakan mengembangkan budidaya kambing dengan sistem silvopastura sehingga limbah ternak dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik,” katanya.

Himawan mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan dukungan pengembangan jagung seluas 3.200 hektare pada 2026 sebagai bagian dari program swasembada jagung, termasuk di Kabupaten Banjarnegara.

Baca juga: Prabowo sebut produksi beras dan jagung RI capai tingkat tertinggi sepanjang sejarah



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026