Logo Header Antaranews Jateng

Batang fokus pembangunan infrastruktur sanitasi dan permukiman

Senin, 13 Juli 2026 22:21 WIB
Image Print
Bupati Batang Faiz Kurniawan saat mengecek pembangunan proyek jalan di Batang, belum lama ini. (ANTARA/Ho-Humas Kabupaten Batang)

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memfokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar di bidang sanitasi dan permukiman sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dasar seperti pemenuhan air bersih dan fasilitas MCK yang layak bagi warga kurang mampu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Batang Endro Suryono di Batang, Senin, mengatakan bahwa langkah ini menjadi prioritas untuk menekan angka kemiskinan sekaligus mewujudkan visi misi daerah 2025-2029 tentang percepatan penurunan kemiskinan yang inklusif dan berkeadilan sosial.

"Oleh karena itu, kami tidak hanya fokus pada proyek berskala besar saja tetapi juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur dasar pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga miskin," katanya.

Ia mengatakan hingga pertengahan tahun anggaran 2026, sejumlah proyek strategis telah menunjukkan progres signifikan seperti sektor air minum, proyek perluasan SPAM Jaringan Perpipaan (PAMSIMAS) di Desa Jambangan senilai Rp150 juta dan Desa Keteleng Rp100 juta telah rampung 100 persen.

Proyek serupa juga di bangun di Desa Surjo senilai Rp395,71 juta yang kini progresnya 99,70 persen dan Desa Kalisari senilai Rp394,75 juta telah menyentuh angka 97,22 persen.

Kemudian Di bidang sanitasi, pembangunan SPALD Setempat Skala Individu (Tangki Septik Individual) oleh TPS KSM Sanitasi juga dikebut di empat kecamatan dengan dialokasikan dana Rp320 juta.

Progres fisiknya tercatat di Desa Candi, Kecamatan Bandar 84,6 persen, Desa Donorejo, Kecamatan Limpung (82 persen), dan Desa Tembok, Kecamatan Limpung (78,3 persen, serta Desa Pecalungan, Kecamatan Pecalungan (50,9 persen).

Endro menegaskan bahwa pembangunan ini menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat terutama warga kurang mampu dan sejalan dengan program prioritas kepala daerah dalam pengentasan kemiskinan struktural.

Selain sanitasi dan air bersih, kata dia, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan juga terus digalakkan.

"Dengan integrasi pembangunan jalan, sanitasi, dan air bersih, daerah ini diharapkan mampu menjadi kawasan mandiri dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," katanya.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026