Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Batang pastikan pasokan air bersih warga rawan kekeringan saat kemarau

Jumat, 10 Juli 2026 19:57 WIB
Image Print
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Wawan Nurdiansyah. ANTARA/Kutnadi

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memastikan pemenuhan ketersediaan pasokan air bersih untuk warga di sejumlah wilayah rawan kekeringan saat musim kemarau.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Wawan Nurdiansyah di Batang, Jumat, mengatakan pihaknya bersama Perusahaan Daerah Air Minum Sendang Kamulyan dan PMI telah menyiapkan air bersih untuk dibagikan pada warga terdampak musim kemarau.

"Musim kemarau mulai terasa menyengat. Akan tetapi, terkait dengan pemenuhan air bersih kepada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih sudah kami pastikan siap disalurkan secara gratis," katanya.

Menurut dia, hingga kini pihaknya belum menerima satu pun laporan dari masyarakat mengenai kelangkaan air bersih.

"Di 15 Kecamatan ini masih relatif aman karena kami melihat wilayah terutama di dataran tinggi hutannya masih lumayan terjaga. Artinya tidak ada kegiatan ekstrem sampai penggundulan hutan sehingga hal itu masih mungkin bisa menahan resapan air," kata Wawan.

Kendati demikian, dia mengingatkan para petani di kawasan dataran tinggi agar tidak meluaskan lahan pertanian dengan mengorbankan area hutan seperti yang terjadi pada komoditas tertentu.

"Dengan menambah area pertanian misalnya tanaman kentang, itu kan berarti mengurangi area hutan. Nah, itu yang kita imbau seperti komitmen warga menjaga alam agar tanah hutan tetap bisa menyerap air," kata Wawan.

Menurut dia, berdasar catatan sejumlah wilayah kecamatan rawan kekeringan di daerah ini seperti Limpung, Batang, Wonotunggal, Bandar, Kandeman, Warungasem, Subah, dan Pecalungan.

"Jika sewaktu-waktu ada desa yang mulai kering, kami telah menjalin kerja sama penuh dengan PDAM untuk menyuplai air bersih ke masyarakat tanpa dipungut biaya sepeser pun," kata Wawan.



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026