
Pemkab Batang fokuskan sektor pariwisata jadi kebangkitan ekonomi daerah 2027

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memfokuskan sektor pariwisata sebagai ujung tombak untuk memicu (trigger) kebangkitan ekonomi daerah pada 2027.
Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Jumat, mengatakan bahwa pada Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Tahun Anggaran 2027 yang merupakan turunan dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah ini dirancang untuk menciptakan iklim pariwisata yang lebih berkualitas.
"Fokus kita ke depan adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi dipicu melalui sektor-sektor pariwisata. Oleh sebab itu, fokus pembangunan adalah bagaimana menciptakan tourism (pariwisata) kita agar lebih bagus, lebih layak, dan lebih banyak dikunjungi oleh masyarakat dari luar daerah," katanya.
Usai acara Rapat Paripurna Penyerahan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Tahun Anggaran 2027 kepada DPRD Kabupaten Batang, Jumat (10/7), ia mengatakan hingga kini sumbangsih sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah masih tergolong minim yakni di bawah angka 10 persen.
"Oleh karena itu, akselerasi di sektor pariwisata ini akan menjadi prioritas agar potensinya bisa tergarap maksimal," katanya.
Ia menyebutkan terdapat enam destinasi wisata unggulan yang akan menjadi fokus pengembangan wisata yaitu Pantai Sigandu, Desa Wisata Tombo, Kebun Teh Pagilaran, Bandar Eco Park, Pantai Jodo, serta Curug Genting.
Khusus untuk Pantai Sigandu yang tengah menghadapi ancaman abrasi serius, kata dia, pihaknya menekan pentingnya kolaborasi lintas pemerintahan.
"Penyelamatan abrasi ini menjadi pekerjaan rumah yang cukup besar dan tidak mungkin kita lakukan sendiri tetapi harus ada partisipasi dan kolaborasi dari pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah," katanya.
Sebagai solusi adaptif di kawasan pesisir, kata dia, pihaknya akan memaksimalkan potensi hutan mangrove yang sudah ada untuk disulap menjadi destinasi wisata alam yang menarik.
Terkait sorotan tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) pada tahun sebelumnya, dia mengatakan pemerintah daerah telah meracik strategi khusus yaitu pelaksanaan proyek tidak lagi ditumpuk pada akhir tahun melainkan didistribusikan secara merata sejak awal tahun anggaran.
"Kita mulai membagi proyek itu dari kuartal pertama hingga kuartal keempat. Jadi tidak boleh menumpuk di belakang. Kami akan memulai lelang dini pada Desember 2026 agar di kuartal pertama sudah mulai ada pekerjaan dan di akhir tahun tidak ada lagi SiLPA yang terlalu besar," katanya.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Batang Suudi mengatakan menyambut baik penyerahan draf KUA PPAS 2027 tersebut.
"Kami segera melakukan pembahasan komprehensif agar alokasi anggaran benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," katanya.
Baca juga: Batang pastikan tidak ada penggabungan SDN TA 2026/2027
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
