Logo Header Antaranews Jateng

UNDP dan Pemkot Surakarta kolaborasi pasang 'Trash Boom' di Kali Premulung

Jumat, 10 Juli 2026 13:32 WIB
Image Print
Soft launching program #SungaiLestari di Kantor Kecamatan Laweyan Solo, Jawa Tengah, Jumat (10/7/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - United Nations Development Programme (UNDP) bersama Clean Rivers menggandeng Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah, meluncurkan program aksi penanganan sampah di sungai yang berfokus di Kali Premulung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta Herwin Tri Nugroho Adi pada soft launching program #SungaiLestari di Kantor Kecamatan Laweyan Solo, Jawa Tengah, Jumat mengatakan melalui pemasangan trash boom atau sekat pembatas sampah, kolaborasi ini menargetkan pembersihan dan pengolahan hingga 1.000 ton sampah sungai tanpa membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo.

Program bertajuk Sungai Lestari ini menyasar wilayah hulu di kawasan Pajang, Kecamatan Laweyan, hingga area hilir di Kecamatan Serengan, yakni kawasan Joyotakan dan Danukusuman.

“Target kami sampai menangani 1.000 ton sampah yang dibagi di dua titik tersebut. Skema yang dikerjakan adalah sampah yang diambil dari sungai akan langsung dipilah dan diolah oleh mitra lokal, sehingga harapannya tidak dikirim ke TPA Putri Cempo,” ujar Herwin.

Melalui pilot project ini, Pemkot Surakarta membidik tambahan pengurangan volume sampah harian hingga 5 persen. Selain membersihkan limbah domestik di aliran air, program ini juga mengintegrasikan pengelolaan sampah rumah tangga berbasis hulu guna mendorong penguatan ekonomi sirkular di tengah masyarakat.

Terkait pengawasan warga yang masih membuang sampah ke sungai, pihaknya menekankan pentingnya pendekatan edukasi terstruktur ketimbang langsung menerapkan sanksi hukum.

“Pengawasannya langsung oleh masyarakat. Kami mengutamakan edukasi agar terjadi perubahan perilaku. Jika gerakannya tumbuh dari kesadaran warga sendiri, pengawasan antartetangga akan jauh lebih efektif untuk mengubah paradigma agar sungai tidak lagi dijadikan tempat sampah,” katanya.

Dampak jangka panjang dari bersihnya Kali Premulung ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan, termasuk berkontribusi pada penurunan angka kekerdilan atau stunting pada anak di sekitar bantaran sungai melalui penyediaan akses air bersih yang lebih higienis.

Sementara itu, National Project Manager UNDP sekaligus Koordinator Tim Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut Ahmad Bahri Rambe menjelaskan program Sungai Lestari ini diinisiasi secara komprehensif dengan dukungan dari Kemenko Pangan serta Kementerian Lingkungan Hidup.

Surakarta terpilih sebagai satu dari lima wilayah percontohan di Indonesia bersama Surabaya, Sidoarjo, Bekasi, dan Bali.

“Kami memilih lima lokasi ini dengan harapan bisa menjadi pilot project bagi 514 kota/kabupaten lainnya di Indonesia dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, sekaligus mencegah kebocoran sampah dari darat menuju laut,” katanya.

Ia menambahkan program yang direncanakan berjalan hingga tahun 2027 ini menggunakan pendekatan berbasis kinerja (performance-based). UNDP bermitra dengan organisasi masyarakat sipil (CSO) lokal seperti Pelopor dan Bintari, yang kinerjanya akan dievaluasi secara berkala untuk mendapatkan insentif.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, para mitra lingkungan tersebut akan menggerakkan relawan, komunitas peduli sungai, hingga jaringan bank sampah setempat.

“Dengan terbangunnya kelembagaan yang kuat dan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat serta Pemda, kami optimistis hingga 2027 nanti sungai-sungai ini menjadi lebih bersih, indah, dan lestari,” katanya.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026