Logo Header Antaranews Jateng

Pembangaunan SR di Temanggung tertunda terkendala oleh status lahan LP2B

Jumat, 10 Juli 2026 12:23 WIB
Image Print
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Temanggung Tomo Adi Purnomo saat diwawancarai di Temanggung, Jumat (10/7/2026). ANTARA/Heru Suyitno

Temanggung (ANTARA) - Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kabupaten Temanggung hingga kini belum dapat direalisasikan, karena terkendala status lahan yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan masih termasuk kawasan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Temanggung Tomo Adi Purnomo di Temanggung, Jumat, menyampaikan pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung telah mengajukan pembangunan SR permanen di lahan yang berada di wilayah Karanggedong, Kecamatan Ngadirejo.

"Kementerian Sosial kemudian menetapkan Temanggung masuk dalam Tahap II pembangunan Sekolah Rakyat permanen, namun lahan terkendala LSD atau LP2B," katanya.

Ia menuturkan saat ini SR di Temanggung masih berstatus Sekolah Rakyat Rintisan yang sementara waktu menempati lokasi di Sentral Kartini. Program tersebut memiliki lima rombongan belajar (rombel) dengan total 125 peserta didik, dimana setiap rombel berisi 25 siswa.

Meskipun belum memiliki gedung permanen, katanya, Temanggung tetap memperoleh kuota penerimaan siswa baru pada tahun ini sebanyak dua rombongan belajar atau 60 siswa. Berbeda dengan SR Rintisan, desain SR permanen nantinya menggunakan kapasitas 30 siswa dalam setiap rombel.

"Karena gedung permanen di Temanggung belum tersedia, sebanyak 60 siswa baru tersebut akan dititipkan sementara di SR Wonosobo. Saat ini pembangunan SR permanen di Kabupaten Wonosobo terus dikebut dan diperkirakan dapat mulai digunakan pada Juli hingga Agustus tahun ini," katanya.

Ia menyampaikan lima rombongan belajar yang telah mengikuti pendidikan di SR Rintisan Temanggung tetap melanjutkan kegiatan belajar di lokasi yang sama. Mereka kini memasuki jenjang kelas XI, sedangkan peserta didik baru kelas X akan mengikuti pembelajaran sementara di Wonosobo.

Menurut dia, Temanggung dan Wonosobo sejatinya sama-sama memperoleh alokasi pembangunan SR permanen pada Tahap II tahun 2025. Namun, pembangunan di Wonosobo dapat berjalan lebih cepat karena persoalan lahannya telah selesai sehingga kontraktor dapat langsung melaksanakan pekerjaan.

Baca juga: Bupati pastikan sekolah rakyat dan kampus UNY di Blora segera dibangun



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026