Logo Header Antaranews Jateng

Wakil Wali Kota Surakarta dorong generasi muda tingkatkan literasi keuangan dan investasi sejak dini

Jumat, 10 Juli 2026 12:16 WIB
Image Print
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menjadi narasumber dalam kegiatan Ngopi Emas yang diselenggarakan Pegadaian Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2026). ANTARA/HO-Pemkot Surakarta

Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengajak masyarakat, khususnya generasi muda untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Melalui literasi keuangan yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan finansial yang tepat sekaligus terhindar dari berbagai risiko keuangan, termasuk pinjaman online ilegal.

Saat menjadi narasumber dalam kegiatan Ngopi Emas yang diselenggarakan Pegadaian Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (9/7) dengan mengusung tema Inklusi
Keuangan: Bijak Mengelola Uang di Tengah Gaya Hidup Masa Kini, Astrid menyampaikan meningkatnya inklusi keuangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi keuangan.

Menurutnya, kemudahan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan keuangan perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik agar tidak terjebak pada praktik-praktik keuangan yang merugikan.

“Literasi keuangan menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk mengelola penghasilan secara bijak, merencanakan masa depan, sekaligus menghindari berbagai risiko keuangan. Semakin baik pemahaman kita, semakin bijak pula keputusan finansial yang dapat kita ambil,” katanya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya pinjaman online ilegal. Beberapa ciri yang perlu dikenali antara lain tidak memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menawarkan pinjaman secara instan dengan syarat yang terlalu mudah, bunga dan biaya yang tidak transparan, serta meminta akses data pribadi secara berlebihan.

Dalam kesempatan tersebut, Astrid juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak usia muda. Langkah sederhana seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran, membedakan kebutuhan dengan keinginan, menghindari utang konsumtif, menyisihkan minimal sepuluh persen penghasilan untuk tabungan, hingga mulai mengenal investasi merupakan fondasi penting dalam menciptakan kondisi keuangan yang sehat.

“Investasi tidak harus dimulai dengan modal besar. Yang terpenting adalah membangun konsistensi. Kalau setiap hari kita bisa menyisihkan uang untuk secangkir kopi, tentu kita juga bisa menyisihkan sebagian kecil untuk investasi demi masa depan yang lebih baik,” katanya.

Menurut Astrid, investasi sejak dini tidak hanya membantu melawan inflasi, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang melalui pertumbuhan nilai investasi serta membentuk kebiasaan finansial yang sehat menuju kemandirian ekonomi.

Sejalan dengan upaya tersebut, Pemerintah Kota Surakarta terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat melalui SOLO GEMATI (Gerakan Masyarakat Menata Investasi) sebagai gerakan edukasi untuk membangun budaya investasi yang aman, legal, dan produktif.

Melalui kegiatan Ngopi Emas bersama Pegadaian Surakarta, Pemerintah Kota Surakarta berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya literasi keuangan sehingga mampu mengelola keuangan secara cerdas, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta mewujudkan ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026