Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot Semarang siapkan sistem kinerja ASN berbasis tunjangan

Jumat, 10 Juli 2026 06:55 WIB
Image Print
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, didampingi Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang Joko Hartono. (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang tengah mempersiapkan sistem penilaian kinerja yang berbasis tunjangan untuk jajaran aparatur sipil negara (ASN) yang lebih proporsional.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Kamis, menjelaskan bahwa sistem penilaian kinerja tersebut akan berbanding lurus dengan tunjangan.

Hal tersebut disampaikan menanggapi baru saja dilantiknya 47 ASN untuk mengisi jabatan di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Semarang.

"Setelah hari ini akan dibuat sebuah sistem penilaian kinerja yang berbasis peningkatan tunjangan. Jadi, setiap kali mereka bisa mencapai gol, mereka akan mendapatkan tambahan tunjangan kinerja," katanya.

Ia berharap sistem penilaian kinerja berbasis tunjangan itu bisa disusun dengan baik di perubahan anggaran tahun 2026 sehingga bisa segera diimplementasikan.

Mengenai pelantikan pejabat itu, kata dia, memang dilakukan Pemkot Semarang secara bertahap untuk mengisi posisi yang masih lowong, misalnya karena pejabatnya pensiun.

Menurut dia, pelantikan pejabat itu, salah satunya memang dalam rangka menyiapkan Kota Semarang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional pada tahun ini.

"Nomor satu, kita mau menjadi penyelenggara, ketempatan jadi tuan rumah MTQ. Nah, MTQ ini membutuhkan sebuah kerja sama yang sangat serius," katanya.

Persiapan perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan per bidang saja, lanjut dia, tetapi lebih pada penyiapan sumber daya manusia (SDM), misalnya untuk penyandang difabel yang juga diberi ruang.

"Kami akan memberikan performa yang cukup baik untuk mengurus disabilitas ini melalui Dinsos dan DP3A. Yang kedua, bahwa di dalam proses mutasi ini kami 'concern' untuk terus proses perencanaannya disesuaikan," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang Joko Hartono mengatakan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi merupakan hal biasa dalam tata kelola pemerintahan.

"Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan lagi penataan personil karena beberapa kawan-kawan yang pensiun. Ada yang dimutasi, promosi. Totalnya 47 orang," katanya.

Ia berharap para pejabat yang baru dilantik bisa segera melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya yang baru karena suatu hal wajar dan biasa.

"Harapannya sesuai dengan Wali Kota, ketika ada jabatan yang kosong segera diisi. Tidak menunggu sampai terlalu lama diisi Plt (pelaksana tugas)," katanya.

Joko menegaskan bahwa pelantikan pejabat itu dipastikan memenuhi persyaratan, baik administrasi maupun kompetensi karena sudah disetujui Badan Kepegawaian Negara (BKN).



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026