
Pemkot Magelang komitmen dorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan

Magelang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Salah satu strateginya adalah memperbanyak ruang tontonan dan 'event' kreatif. Ketika sebuah kegiatan mampu menghadirkan keramaian, di situlah UMKM ikut bergerak dan berkembang," kata Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Kamis.
Ia mengatakan hal itu pada acara Malam Puncak Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2026, Rabu (8/7) malam, yang antara lain dihadiri Wakil Wali Kota Magelang Sri harso dan jajaran Forkopimcam Magelang Selatan.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kelurahan Jurangombo Utara tersebut, dikemas menjadi panggung ekonomi rakyat. Ratusan warga memadati tempat itu untuk mengikuti acara antara lain diisi dengan festival band lokal, bazar kuliner, dan ruang promosi UMKM.
Ia menjelaskan kesiapan pemkot memfasilitasi lebih banyak kegiatan publik yang didukung dengan ketertiban warga dalam menjaga situasi dan melestarikan lingkungan.
Camat Magelang Selatan Susilo menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat, terutama generasi muda yang terlibat aktif sejak rangkaian BBGRM dimulai pada Februari lalu.
"Pada acara ini, kita tidak hanya merayakan kebersamaan, tetapi juga menggerakkan potensi ekonomi lokal. Ini adalah langkah taktis skala mikro yang diharapkan mampu mengungkit perputaran ekonomi dan pendapatan pelaku UMKM di wilayah Jurangombo Utara," ujarnya.
Pada kesempatan itu, pemkot juga menyerahkan piala lomba K3 sebagai bentuk apresiasi kepada warga yang berkomitmen menjaga kebersihan, ketertiban, dan keindahan lingkungan.
Kegiatan BBGRM diharapkan terus memperkuat budaya gotong royong sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif di tingkat kelurahan.
Pewarta: M. Hari Atmoko
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
