
Batang pastikan tidak ada penggabungan SDN TA 2026/2027

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak memberlakukan kebijakan penggabungan (merger) bagi sekolah dasar negeri (SDN) pada Tahun Ajaran (TA) 2026/2027.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Bambang Suryantoro Sudibyo di Batang, Kamis, mengatakan pemerintah daerah berpegang pada prinsip mempertahankan seluruh sekolah yang masih memiliki aktivitas penerimaan murid baru.
"Meskipun sejumlah satuan pendidikan mencatatkan jumlah peserta didik baru yang minim tetapi keberadaan fasilitas sekolah dasar di setiap desa dinilai esensial untuk menjaga hak akses pendidikan anak-anak tanpa terkendala jarak tempuh," katanya.
Menurut dia, satu desa wajib memiliki sedikitnya satu sekolah dasar negeri sebagai benteng terakhir layanan pendidikan dasar.
Karena itu, kata dia, untuk tahun ajaran 2026/2027 dipastikan tidak ada sekolah dasar yang digabung (merger) meski jumlah anak didik baru sedikit.
"Yang jelas kalau di desa itu hanya ada satu sekolah dasar tidak boleh dihilangkan. Satu desa harus ada satu SD," katanya.
Bambang Sudibyo mengatakan kebijakan ini lahir berdasarkan pertimbangan aspek geografis yang menjadi tantangan utama.
Jarak antar-dukuh yang bisa mencapai hingga 8 kilometer, kata dia, menjadi beban berat bagi anak usia dini jika harus berjalan kaki menuju sekolah di desa tetangga.
"Tentunya, kondisi ini dinilai dapat mengganggu konsentrasi dan semangat belajar siswa apabila jarak tempuh sekolah dasar harus ke desa lain," katanya.
Terkait dengan potensi pembengkakan biaya operasional akibat sedikitnya jumlah siswa, dia menepis kekhawatiran tersebut karena alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diberikan secara proporsional berdasarkan jumlah peserta didik sehingga anggaran tidak menjadi hambatan dalam operasionalisasi sekolah.
"Kami pastikan tidak ada kekhawatiran karena pembiayaannya pun sesuai dengan jumlah siswa. Bantuan Operasional Sekolah itu kan menyesuaikan jumlah siswa," katanya.
Ia menambahkan jumlah sekolah dasar negeri tercatat 454 sekolah atau menyusut satu sekolah dibanding tahun sebelumnya 455 sekolah sebagai dampak dari kebijakan merger yang sempat diterapkan di Kecamatan Blado.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
