Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Kudus catat penyerapan APBD selama semester I 2026 capai Rp927,81 miliar

Kamis, 9 Juli 2026 16:25 WIB
Image Print
Revitalisasi pembangunan Puskesmas Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatat penyerapan APBD Tahun 2026 selama periode Januari-Juni 2026 di semua organisasi perangkat daerah (OPD) mencapai Rp927,81 miliar atau 40,69 persen dari total anggaran Rp2,28 triliun.

"Meskipun realisasi penyerapan anggaran belum sesuai target awal di semester awal ini, tetapi indikator penyerapan anggaran tersebut belum mencerminkan progres pekerjaan fisik yang dijalankan di Kabupaten Kudus," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus Eko Djumartono di Kudus, Kamis.

Pasalnya, kata dia, ada beberapa pekerjaan fisik yang pengerjaannya dibiayai secara total hingga jadi oleh pihak ketiga. Setelah pekerjaan selesai 100 persen, baru mengajukan tagihan kepada Pemkab Kudus.

Selain itu, imbuh dia, ada pula pekerjaan fisik yang pencairan anggarannya berdasarkan termin, sesuai realisasi pekerjaan fisiknya. Sehingga, dari sisi penyerapan APBD belum terlihat maksimal karena masih menunggu pihak ketiga.

"Kami pastikan semua proyek kegiatan sudah jalan. Kalaupun ada yang terlambat kami monitor untuk dilakukan percepatan agar semua bisa selesai di bulan Oktober atau November 2026," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya juga membentuk desk percepatan penyerapan anggaran dengan melibatkan Asisten II Setda Kudus untuk memonitor ke masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus Djati Solechah mengungkapkan realisasi penyerapan APBD hingga semester pertama tahun 2026 sebesar Rp927,81 miliar atau 40,69 persen dari total anggaran Rp2,28 triliun.

Berdasarkan data realisasi belanja per OPD, sejumlah perangkat daerah telah mencatatkan penyerapan anggaran bervariasi. Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi penyumbang terbesar dalam realisasi belanja daerah seiring pelaksanaan berbagai program pelayanan publik.

Untuk Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kudus dari anggaran sebesar Rp673,25 miliar, terserap sebesar Rp302,6 miliar atau 44,95 persen. Sedangkan RSUD Kudus dari anggaran Rp413,1 miliar terserap sebesar Rp112,57 miliar atau 27,25 persen.

Kemudian disusul Dinas Kesehatan Kudus dari anggaran Rp229 miliar terserap Rp106,78 miliar atau 46,63 persen. Sedangkan tingkat penyerapan anggaran di OPD lainnya bervariasi antara ratusan juta hingga puluhan miliar.

Dari sisi persentase, tertinggi di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana mencapai 75,82 persen atau Rp37,47 miliar dari total anggaran sebesar Rp49,42 miliar.

Pemkab Kudus terus mendorong percepatan pelaksanaan program dan kegiatan di seluruh OPD agar serapan anggaran semakin optimal pada semester kedua tahun anggaran 2026. Percepatan penyerapan diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga: Pemkab Kudus sebut tingkat kunjungan perpustakaan naik saat libur sekolah



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026