Logo Header Antaranews Jateng

DPUPR Jateng menyiapkan Rp14,7 miliar untuk perbaiki Jalan Kunduran-Blora

Kamis, 9 Juli 2026 16:21 WIB
Image Print
Kondisi ruas Jalan Provinsi Kunduran-Blora, yang mengalami kerusakan berupa retakan dan permukaan jalan tidak rata di Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. ANTARA/Gunawan.

Blora (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14,7 miliar untuk penanganan ruas Jalan Provinsi Kunduran-Blora pada tahun anggaran 2026 guna memperbaiki sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.

"Anggaran tersebut difokuskan untuk penanganan kerusakan jalan sepanjang sekitar 1 kilometer pada titik-titik yang menjadi prioritas," kata Pelaksana Tugas (Plt) Subkoordinator Wilayah II Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Purwodadi Andila di Blora, Kamis.

Saat ini, kata dia, pihaknya mempercepat penyusunan Detail Engineering Design (DED) beserta Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagai dasar pelaksanaan pengadaan pekerjaan.

"Fokus kami menyelesaikan desain agar proses pengadaan dapat segera dilaksanakan sesuai target tahun anggaran," ujarnya.

Ia menjelaskan setelah penyusunan DED dan RAB selesai, BPJ Purwodadi akan menetapkan lokasi prioritas berdasarkan tingkat kerusakan jalan sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih efektif.

"Alokasi anggaran untuk ruas Kunduran-Blora sudah tersedia sesuai Perkada (Peraturan Kepala Daerah). Setelah seluruh desain, RAB, dan dokumen pendukung rampung, pekerjaan akan difokuskan pada ruas tersebut," ujarnya.

Menurut dia percepatan penyusunan dokumen perencanaan menjadi tahapan penting agar proses lelang maupun pelaksanaan pekerjaan fisik tidak mengalami keterlambatan.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejumlah titik di ruas Jalan Provinsi Kunduran-Blora mengalami kerusakan berupa lubang, retakan pada perkerasan beton, hingga permukaan jalan yang bergelombang dan tidak rata.

Kerusakan cukup parah terlihat di wilayah Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen. Pada lokasi tersebut, perkerasan beton mengalami keretakan di beberapa bagian, sementara kontur jalan yang miring membuat kondisi ruas semakin berisiko bagi pengguna jalan, terutama saat volume kendaraan meningkat maupun ketika hujan karena jalan menjadi licin.

Ruas Jalan Kunduran-Blora merupakan salah satu jalur penghubung antar kecamatan yang memiliki mobilitas kendaraan cukup tinggi, baik untuk aktivitas masyarakat maupun distribusi hasil pertanian dan perdagangan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan penyusunan DED, RAB, dan dokumen pendukung lainnya segera rampung sehingga proses pengadaan dapat dilaksanakan dan pekerjaan fisik dimulai sesuai jadwal pada tahun anggaran 2026.

Baca juga: Laba bersih BPR BKK Blora tahun 2025 tumbuh hingga 22,53 persen



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026