
Menko PM imbau JHT tidak dicairkan dini agar manfaatnya maksimal

Semarang (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, memastikan program jaminan sosial ketenagakerjaan memberikan manfaat nyata bagi para pekerja.
Dalam kunjungannya, Muhaimin meninjau secara langsung proses pelayanan kepada peserta sekaligus memastikan kualitas layanan berjalan dengan baik.
"Saya ingin memastikan pelayanan berjalan dengan lancar dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan benar-benar dirasakan oleh para pekerja," ujar Muhaimin.
Pria yang akrab disapa Cak Imin itu juga mengingatkan para pekerja agar tidak terburu-buru mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT). Menurutnya, dana tersebut sebaiknya disimpan hingga memasuki masa pensiun atau ketika benar-benar sudah tidak bekerja agar manfaat yang diterima lebih optimal.
"Kita berharap JHT ini dijaga dulu, jangan diambil supaya keberlangsungan manfaatnya tetap terjaga," katanya.
Selain meninjau layanan, Muhaimin memberi perhatian khusus terhadap perlindungan pekerja sektor informal yang jumlahnya masih sangat besar di Indonesia.
Ia meminta pemerintah daerah terus memperluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan agar pekerja informal juga memperoleh perlindungan yang sama seperti pekerja formal.
"Kepada para pekerja informal agar terus diperhatikan oleh pemerintah daerah. Kita akan mengupayakan berbagai cara supaya mereka juga memiliki kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.
"Ini bukti bahwa negara terus hadir agar seluruh pekerja mendapatkan perlindungan jaminan sosial," tambahnya.
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Trisna Sonjaya, menyambut baik kunjungan Menko PM yang dinilainya menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas layanan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Ia menjelaskan BPJS Ketenagakerjaan terus melakukan transformasi layanan melalui berbagai inovasi digital guna memudahkan peserta mengakses manfaat program. Salah satunya melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) yang memungkinkan peserta memperoleh berbagai layanan secara daring kapan saja dan di mana saja.
"Melalui inovasi ini kami ingin menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, nyaman, dan berkesinambungan bagi seluruh peserta," ujar Trisna.
BPJS Ketenagakerjaan juga terus memperluas akses layanan secara nasional. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat kepada sekitar 1,7 juta peserta dengan total nilai mencapai Rp25,4 triliun.
"Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memastikan seluruh pekerja dapat merasakan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan secara nyata," tutup Trisna.
Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Semarang Majapahit, Farah Diana mengharapkan agar para peserta memperoleh berbagai layanan yang optimal dan berkualitas, demi memastikan manfaat jaminan sosial terserap merata oleh pekerja formal maupun informal.
“Kami ingin terus memberikan dampak yang positif pada seluruh peserta dengan memberikan akses layanan yang semakin baik, sehingga memberikan dampak yang panjang bagi peserta dan mempunyai hubungan yang selama ini terjalin dengan baik,”ujarnya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
