
Sekolah Rakyat jenjang SD di Jepara masih kurang 24 dari 90siswa

Jepara (ANTARA) - Sekolah Rakyat jenjang Sekolah Dasar (SD) di Desa Suwawal, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, masih membuka pendaftaran karena masih tersedia alokasi 24 siswa dari kuota yang dibuka berjumlah 90 siswa.
"Setiap jenjang, baik SD, SMP, dan SMA akan dibuka tiga rombongan belajar (rombel). Masing-masing rombel berisi 30 siswa sehingga setiap jenjang memiliki kuota 90 siswa, sehingga total ada 270 siswa yang akan belajar di Sekolah Rakyat," kata Bupati Jepara Witiarso Utomo di Jepara, Rabu.
Khusus jenjang SD, kata Bupati, kuota peserta didik baru belum terpenuhi. Karena hingga pekan sebelumnya jumlah siswa yang terdaftar baru 66 orang, sehingga masih kurang 24 siswa.
Kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat dijadwalkan mulai pada pertengahan Juli 2026 dengan Kurikulum 2026.
Pada tahun pertama, sekolah gratis berkonsep asrama yang merupakan program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut membuka peserta didik baru untuk kelas 1 SD, kelas 1 SMP, dan kelas 1 SMA.
Witiarso mengatakan Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 sesuai data pemerintah.
Untuk memenuhi kuota tersebut, saat ini, petugas PKH dan Dinsospermades Kabupaten Jepara aktif jemput bola melakukan penjangkauan anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 yang potensial masuk ke Sekolah Rakyat.
Meski begitu, jika ada keluarga yang memenuhi kriteria namun belum terdata oleh PKH atau Dinsospermades dipersilakan segera mendaftarkan putra-putrinya.
"Yang memenuhi syarat silakan mendaftarkan anaknya (bisa ke petugas PKH di desanya atau ke Dinsospermades Jepara) . Sekolah ini gratis, fasilitasnya juga bagus dan lengkap," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Rintisan Jepara Asri Linda Listyaningrum mengatakan berdasar jadwal, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat akan dimulai pada 14 - 31 Juli 2026.
Para siswa baik dari jenjang SD, SMP dan SMA akan mendapat berbagai materi selama MPLS tersebut.
"Rencananya MPLS di Sekolah Rakyat Pakisaji. Kita menunggu informasi dari sana. Kalau 75 siswa SR di BLK Pecangaan ini masih libur sekolah, jadi di sini kosong," jelasnya.
Linda juga berharap agar kekurangan kuota siswa Sekolah Rakyat jenjang SD bisa segera terpenuhi. Sehingga aktivitas belajar mengajar para siswa dari desil 1 dan 2 itu bisa segera berjalan sesuai waktu yang ditentukan.
"Kalau semisal ada yang daftar langsung ke Sekolah Rakyat juga bisa, tapi tetap nanti kita gandeng PKH atau Dinsos Jepara, karena tetap ada verifikasi data," ujarnya.
Baca juga: Jepara perkuat wujudkan kabupaten layak anak melalui pelatihan konvensi hak anak
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
