
Pekalongan membentuk Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, membentuk Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengawal terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.
Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa pembentukan Pokja Budaya Sekolah Aman
dan Nyaman ini bukan sekadar pencapaian administrasi, melainkan wujud komitmen bersama dalam mencegah dan
mengatasi berbagai permasalahan di lingkungan sekolah, seperti perundungan, penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan balap
liar.
"Ini yang penting adalah tetap konsisten dan berkomitmen. Semoga ke depan kita bisa mengawal dunia pendidikan agar
menjadi lebih baik lagi. Jika ada aduan atau permasalahan, nantinya bisa disampaikan melalui pokja ini," katanya.
Menurut dia, keberhasilan program ini bergantung pada konsistensi dan komitmen seluruh unsur yang terlibat dalam
menjalankan tugas pengawasan dan pendampingan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Mabruri mengatakan bahwa pokja tersebut dibentuk melalui Surat Keputusan Wali
Kota dengan Ketua ex-officio Sekretaris Daerah serta melibatkan 25 anggota dari berbagai unsur.
Keanggotaan tersebut, kata dia, terdiri atas organisasi perangkat daerah terkait, organisasi profesi, komunitas,
aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama yang bersinergi untuk mewujudkan budaya sekolah aman dan
nyaman.
Menurut dia, tugas utama pokja meliputi kampanye budaya sekolah aman dan nyaman, peningkatan kapasitas warga sekolah,
serta fasilitasi pelaporan apabila ditemukan dugaan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip sekolah aman dan nyaman.
"Dengan kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan di daerah ini mampu menjadi ruang belajar yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal," katanya.
Baca juga: Pemkot Pekalongan memperluas kolaborasi program Genting tekan stunting
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
