
Pemprov Jateng gandeng mahasiswa KKN

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menggandeng sebanyak 4.620 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang untuk memperkuat Program Kecamatan Berdaya di wilayah tersebut.
Ribuan mahasiswa KKN Tahun 2026 itu dilepas oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Gedung Muladi Dome, Semarang, Selasa. Para mahasiswa diterjunkan ke 10 kabupaten/kota di Jateng yang diharapkan membantu memetakan persoalan dan potensi desa sesuai kebutuhan masyarakat.
Gubernur Luthfi mengatakan Program Kecamatan Berdaya merupakan salah satu strategi dalam mempercepat pembangunan berbasis wilayah sehingga menggandeng mahasiswa KKN untuk mendukung program tersebut.
"Tentu ini akan sangat membantu sekali untuk pengembangan wilayah," katanya.
Ia menjelaskan Jateng memiliki sekitar 8.710 desa dengan karakteristik yang berbeda-beda dan kecamatan dijadikan titik penguatan program agar pembangunan desa lebih terarah.
Dengan menggandeng para perguruan tinggi, ia berharap para mahasiswa KKN bisa memberikan masukan berdasarkan kondisi riil masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, ia berharap KKN tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi turut memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah seorang peserta KKN, Lasma Siombing mengaku telah menyiapkan beragam program sesuai dengan persoalan di desa tujuan. Mahasiswa Fakultas Kedokteran itu ditugaskan untuk KKN di Desa Kunti, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.
Rencananya, ia akan membuat program edukasi kesehatan untuk anak-anak sekolah, mulai dari perilaku hidup bersih hingga skrining gigi.
Senada, peserta KKN lain, Naila Safa Zuri mengatakan akan membuat program pengolahan sampah organik menjadi eco-enzyme di Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika itu mempersiapkan program tersebut setelah kelompoknya menemukan persoalan kekeringan dan pengelolaan limbah di desa tersebut. "Berdasarkan hasil survei kami kemarin, beberapa masalah sudah terlihat," katanya.
Sementara itu Rektor Undip Suharnomo menyatakan kampus akan terus mendukung program Pemprov Jateng melalui KKN reguler maupun tematik.
Program tersebut disesuaikan dengan kebutuhan daerah, seperti penguatan UMKM, penurunan stunting, penurunan angka kematian ibu, dan pemberdayaan masyarakat.
Pada hari yang sama Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoen juga melepas mahasiswa KKN dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto untuk menjalankan program serupa di wilayah penugasan masing-masing.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
